Buku Biografi Imam Abu Hanifah

Buku Biografi Imam Abu Hanifah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 49.000,00
Rp 39.000
You save: IDR 10.000,00! (20.41%)

Product Description

Buku Biografi Imam Abu Hanifah

Tahukah Anda Nu’man bin Tsabit bin Marzaban? Beliau adalah seorang Imam yang dikenal dengan julukan kun-yahnya yakni Abu Hanifah. Adapun ketiga Imam madzhab yang lain sama-sama berkun-yah Abu Abdillah; Abu Abdillah Malik bin Anas; Abu Abdillah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i; dan Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal rahimahumullah.

Imam Abu Hanifah termasuk ahli fikih Irak. Beliau mendapati zaman sahabat dan meriwayatkan hadits dari tujuh sahabat. Ia adalah salah seorang tokoh ulama dan Imam dari empat madzhab. Beliau adalah maula (mantan budak) Taimullah bin Tsa’labah. Keturunan Hamzah az-Ziyat. Beliau berprofesi sebagai pedagang pakaian. Berasal dari Kabul. Namun ada yang mengatakan dari Babil; dari Anbar; dari Nasa; dan ada pula yang mengatakan dari Tirmidz.

Masa Mencari Ilmu

Pada awalnya Abu Hanifah hanya fokus pada profesinya sebagai seorang pedagang. Ia sering ke pasar-pasar dan jarang pergi menemui ulama. Sampai suatu ketika ada ulama yang mengetahui kecerdasan dan kejeniusannya. Ulama tersebut tidak ingin Abu Hanifah menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berdagang saja. Ia pun menasehatkan agar Abu Hanifah sering pergi berguru kepada ulama sebagaimana ia sering pergi ke pasar.

Abu Hanifah menceritakan, “Suatu hari aku melintas di depan Amir asy-Sya’bi yang sedang duduk. Dia memanggilku dan menanyaiku. “Mau ke mana?” “Ke pasar”, jawabku. “Bukan! Maksudku, kepada siapa kamu belajar ilmu?” “Aku jarang melakukannya” (jawabku). (Lalu beliau menukas), “Jangan teruskan! Pelajarilah ilmu! Kamu punya otak yang cerdas dan minat yang kuat.” “Karena terkesan oleh perkataan Imam asy-Sya’bi, maka aku berhenti pergi ke pasar dan mulai fokus mempelajari ilmu, hingga aku menjadi seperti sekarang ini.”

Rekomendasi Dari Para Ulama

Yazid bin Harun berkata, “Siapa yang lebih alim dalam masalah fikih, Abu Hanifah atau Sufyan ats-Tsauri?” Yazid bin Harun menjawab, “Sufyan ats-Tsauri lebih alim dalam masalah hadits dan Abu Hanifah lebih alim dalam masalah fikih.”

Yahya bin Ma’in berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang jujur dan tak pernah berdusta. Buktinya, sekalipun telah menolak permintaannya untuk memangku jabatan qadhi, Ibnu Hubairah tetap mengatakan, “Kami belum pernah mendengar perkataan yang lebih baik daripada perkataan Abu Hanifah. Dan kami telah mengamalkan banyak nasehatnya.”

Abdullah bin Mubarak berkata, “Kalau Allah tidak membantuku lewat perantaraan Abu Hanifah dan Sufyan ats-Tsauri, tentu aku sudah seperti orang kebanyakan.”

Abdullah bin Dawud al-Huraibi berkata, “Seluruh umat Islam seyogyanya mendo’akan Abu Hanifah saat shalat atas jasanya menciptakan ilmu fikih.”

Sufyan ats-Tsauri berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang paling alim sedunia pada zamannya.”

Abu Nu’aim berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang sangat jeli dan teliti.”

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 199 halaman, ukuran buku 14,5 x 23 cm, dan dengan berat 473 gram.
Penulis: Abdul Aziz Asy-Syinawi
Penerbit: Aqwam

Leave your comment here