Buku Biografi Empat Imam Mazhab

Buku Biografi Empat Imam Mazhab

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 140.000,00
Rp 112.000
You save: IDR 28.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Biografi Empat Imam Mazhab

Buku Biografi Empat Imam Mazhab-Inilah sosok-sosok pahlawan Islam yang berkibar namanya karena menjunjung tinggi as-Sunnah. Ketiganya berkunyah (bergelar) Abu Abdillah dan hanya satu yang berkunyah Abu Hanifah. Marilah kita simak sepenggal pelajaran tentang mereka …

Imam Abu Hanifah

Namanya Nu’man bin Tsabit bin Marzuban al-Farisy, bapaknya seorang yang wara’ dan pebisnis yang ulung di masanya. Awal kali beliau belajar, beliau mulai dari menghafal al-Qur’an. Di masa remaja, Imam Abu Hanifah Nu’man  mulai menekuni belajar agama dari ulama-ulama terkemuka di Kota Kufah. Ia sempat berjumpa dengan sembilan atau sepuluh orang sahabat Nabi semisal Anas bin Malik, Sahl bin Sa’d, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain.

Saat berusia 16 tahun, Abu Hanifah pergi dari Kufah menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan berziarah ke kota Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Madinah al-Munawwarah. Dalam perjalanan ini, ia berguru kepada tokoh tabi’in, Atha bin Abi Rabah, yang merupakan ulama terbaik di kota Mekah.

Jumlah guru Imam Abu Hanifah adalah sebanyak 4000 orang guru. Di antaranya 7 orang dari sahabat Nabi, 93 orang dari kalangan tabi’in, dan sisanya dari kalangan tabi’ at-tabi’in. Jumlah guru yang demikian banyak tidaklah membuat kita heran karena beliau banyak menempuh perjalanan dan berkunjung ke berbagai kota demi memperoleh ilmu agama. (Disarikan dari kisahmuslim.com/4365)

Imam Ahmad

Beralih kepada Imam yang dijuluki sebagai imam ahlussunnah. Nama lengkap beliau yakni Abu Abdillah, Ahmad bin Ahmad bin Muhammad bin Hanbal asy-Syaibani. Guru pertama Ahmad bin Hanbal muda adalah murid senior dari Imam Abu Hanifah yakni Abu Yusuf al-Qadhi. Ia belajar dasar-dasar ilmu fikih, kaidah-kaidah ijtihad, dan metodologi kias dari Abu Yusuf. Setelah memahami prinsip-prinsip Madzhab Hanafi, Imam Ahmad mempelajari hadits dari seorang ahli hadits Baghdad, Haitsam bin Bishr.

Tidak cukup menimba ilmu dari ulama-ulama Baghdad, Imam Ahmad juga menempuh safar dalam mempelajari ilmu. Ia juga pergi mengunjungi kota-kota ilmu lainnya seperti Mekah, Madinah, Suriah, dan Yaman. Dalam perjalanan tersebut ia bertemu dengan Imam Syafi’i di Mekah, lalu ia manfaatkan kesempatan berharga tersebut untuk menimba ilmu dari beliau selama empat tahun. Imam Syafi’i mengajarkan pemuda Baghdad ini tidak hanya sekedar menghafal hadits dan ilmu fikih, akan tetapi memahami hal-hal yang lebih mendalam dari hadits dan fikih tersebut. Walaupun sangat menghormati dan menuntut ilmu kepada ulama-ulama Madzhab Hanafi dan Imam Syafi’i, namun Imam Ahmad memiliki arah pemikiran fikih tersendiri. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang tidak fanatik dan membuka diri. (Disarikan dari kisahmuslim.com/4362)

Baru dua yang diulas dan nyata belum selesai, simak kelengkapannya dalam buku ini!

Buku Biografi Empat Imam Mazhab, hard cover tebal 817 halaman, berat 1.800 gram

Penulis Syaikh Abdul Aziz Asy-Syinawi, Penerbit Beirut Publishing