Buku Bila Sampai Waktuku

Buku Bila Sampai Waktuku

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 70.000,00
Rp 56.000
You save: IDR 14.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Bila Sampai Waktuku

Buku Bila Sampai Waktuku-Merupakan rahasia Ilahi yang tak satupun manusia mengetahui dengan pasti adalah bagaimana masa depannya dan akhir hidupnya. Di sinilah hikmah agung tersimpan. Masa depan  yang rahasia membuat setiap manusia menjadikan hidupnya sebagai kesempatan  berharga untuk berusaha dengan sungguh-sungguh meraih kehidupan masa depan yang lebih baik.

Dengan hikmah yang indah pula ketika Allah menjadikan setiap manusia mengalami pasang surut kehidupan setiap perjalanan hidup. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: (artinya)  “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir).” (Surat Ali Imran: 140)

Dunia pesantren dengan lika-likunya yang khas hadirkan kerinduan bagi sesiapa yang pernah mendaratkan kakinya di sana. Barang sejenak atau bahkan dalam waktu yang cukup lama, hingga mendapat gelar ‘Santri Tertua’. Suka duka ala kadarnya turut menghiasi suasana. Dan memorial ini cukup mewakili apa yang pernah terjadi di Pondok Pesantren (Tentu tiap PonPes memiliki aturan tersendiri, dan di situlah asyiknya bermula … Tidak percaya? Silahkan mondok saja).

Berbagi Ketrampilan

Kami sangat royal berbagi ketrampilan. Aku (Heri) mengajarinya (Andi) main musik, Andi mengajariku main Dindong, sejenis video game yang populer saat itu. Aku mengajarinya bernyanyi, Andi mengajariku membuat petasan banting. Aku mengajarinya pijat refleksi, Andi mengajariku mencuri. Aku mengajarinya berhitung, Andi mengajariku bermain kelereng, plus cara-cara halus menipu lawan saat bermain. Aku mengajarinya tata cara shalat, Andi mengajariku nonton bioskop. Aku mengajarinya beladiri, Andi mengajariku mengibuli orang tua sendiri. Andi di sisiku; seperti pandai besi. Tak perlu terbakar bajuku oleh tungkunya, sekedar uap asapnya saja sudah membuat tubuhku mengumbar bau busuk …

Apa yang terjadi di antara keduanya telah dipermisalkan dalam sebuah hadits yang populer; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari, no. 5534 dan Muslim, no. 2628)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 327 halaman, ukuran buku 15 x 20,5 cm, dan dengan berat 535 gram.
Penulis: Abu Umar Basyier
Penerbit: Shafa Publika

Leave your comment here