Buku Berkah Shalat Shubuh Berjama’ah

Buku Berkah Shalat Shubuh Berjama’ah

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 59.000,00
Rp 47.000
You save: IDR 12.000,00! (20.34%)

Product Description

Buku Berkah Shalat Shubuh Berjama’ah

Buku Berkah Shalat Shubuh Berjama’ah-Jika seorang muslim mau membaca al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia akan mengetahui bahwa shalat Shubuh sangat mahal nilainya. Bagaimana tidak, dua raka’at shalat sunnah sebelum Shubuh saja pahalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya. Lalu, bagaimana dengan pahala shalat Shubuhnya? Tentu memiliki pahala dan ganjaran yang lebih besar.

Perhatikan kisah shahabat Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu yang tidak mau memulai perang kecuali setelah melaksanakan shalat Shubuh. Hal itu ia lakukan agar tidak tertinggal shalat Shubuh. Ia sangat paham bahwa shalat Shubuh memiliki keutamaan yang begitu besar bagi umat Islam.

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sungguh, ikut serta dalam shalat Shubuh berjama’ah itu lebih baik bagi saya daripada shalat sepanjang malam.”

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu selalu menangis manakala ia mengingat penaklukan Tastar. Tastar adalah satu kota benteng di Persia yang dikepung kaum muslimin genap satu tahun setengah, hingga akhirnya ditaklukkan kaum muslimin, dan tercapailah kemenangan yang besar. Peperangan ini tergolong peperangan yang sangat berat yang dirasakan kaum muslimin. Mengapa Anas menangis?

Benteng Tastar baru bisa diterobos menjelang shalat Fajar. Pasukan Islam menerobos masuk benteng, kemudian terjadilah peperangan sengit antara 30.000 pasukan muslimin dengan 150.000 pasukan Persia. Peperangan berlangsung sangat sengit. Pasukan muslimin sempat terdesak. Suasana sangat genting, ktitis, dan sangat berbahaya.

Akhirnya dengan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, kaum muslimin menang. Mereka menang gemilang atas musuh, kemenangan yang tercapai beberapa saat setelah terbit matahari. Saat itu, kaum muslimin baru menyadari di hari yang sangat menakutkan itu, ternyata shalat Shubuh sudah lewat!

Dalam kondisi yang begitu rawan, dentingan suara pedang mengintai batang leher, membuat kaum muslimin tidak sanggup melaksanakan shalat Shubuh pada waktunya. Anas pun menangis karena pernah tertinggal shalat Shubuh, meski hanya sekali sepanjang hidupnya. Dia menangis, kendati dimaafkan. Pasukan muslimin yang sibuk berperang itu juga dimaafkan. Mereka sibuk dengan jihad yang merupakan puncak Islam, namun yang mereka tinggalkan merupakan sesuatu yang sangat berharga!

Anas berkata, “Buat apa Tastar? Sungguh shalat Shubuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, saya tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!”

Lihatlah, meski ada udzur (alasan yang membolehkan untuknya), tetap saja ia tidak ridha, bila shalat Shubuh yang bertahun-tahun ia jaga, terlewat barang sekali saja, maka bandingkan dengan diri Anda?!? Sudah berapa kali Anda melewatkannya dengan percuma …

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 236 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 461 halaman.
Penulis: Ust. Fahrur Mu'is
Penerbit: Fatiha