Buku Beginilah Kepribadian Seorang Muslim! Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Buku Beginilah Kepribadian Seorang Muslim! Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 32.000,00
Rp 27.200
You save: IDR 4.800,00! (15.00%)

Product Description

Buku Beginilah Kepribadian Seorang Muslim! Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Empat Puluh (40) hadits shahih yang dibukukan oleh para ulama bukanlah hal yang baru. Mengingat adanya keutamaan menghafal empat puluh hadits (meski haditsnya dhaif). Dan para ulama menyusun dalam rangka memberikan sumbangsih ilmu bagi kaum muslimin. Sebut saja pendahulu kita yang bernama Abu Zakariyya Yahya bin Sharaf yang lebih dikenal dengan Imam an-Nawawi, memiliki sebuah karya yang berjudul al-Arba’in an-Nawawiyyah. Buku yang fenomenal di pondok-pondok pesantren dan mulai merambah ke pusat-pusat pengajian masyarakat. Karena temanya yang mudah.

Dan di zaman ini ada karya yang semisal, seperti Arba’unal Haditsan Fil Aqidah wa Ittiba’ karya Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali. Lalu, karya yang Anda baca ini. Semoga Allah memberikan pahala bagi para ulama yang mencurahkan waktunya untuk kebaikan Islam. Berkata penulisnya, “Ini adalah buku tipis yang mengandung empat puluh hadits shahih dari sabda-sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya mengumpulkannya sebagai peringatan untuk diri pribadi dan untuk saudara-saudara seiman. Buku ini mengandung tarbiyah jiwa, pensucian hati, dan pembersihan akhlaq. Bolpoinku ini tidak lain untuk menuliskan perkataan-perkataan sederhana guna menjelaskan hal yang kurang dipahami dan menerangkan makna yang dimaksud, dengan tetap memperhatikan hubungan antara hadits-hadits tersebut dengan bab-babnya sambil memberikan komentar singkat tentang hadits-hadits tersebut.”

Hadits Ke-19: Seorang Muslim Tidak Fudhuliy (Sok Mengurusi Urusan Orang Lain)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976)

Penjelasan Ringkas

Seorang muslim selalu berhenti pada batasan-batasannya. Dia tidak melanggarnya apalagi melampauinya. Dia mengetahui bahwa sikap fudhuliy dan bertanya tentang perkara yang tidak pantas baginya adalah hal yang dilarang dan tidak disukai oleh orang-orang. Dia mengamalkan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dia berhenti dari apa yang telah dilarang oleh-Nya. Hal itu terjadi karena, “Seluruh amal perbuatan seorang muslim adalah untuk Allah dan karena Allah.”*

Unik

Dan sebuah perkara yang mengagumkan, hampir kita dapati pada kitab-kitab (buku-buku) para ulama dimulai dengan hadits tentang keikhlasan (pentingnya niat). Sebut saja Arba’in Nawawi, Bulughul Maram, Umdatul Ahkam, dan kitab ini tentunya. Hadits tersebut berbunyi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”  Para ulama bermaksud mengingatkan dirinya dan para pembaca agar mengikhlaskan niatnya lillah (karena Allah) semata.

Penulis Syaikh Ali Hasan al-Halabi, Pustaka Dhiya’ul Ilmi.