Buku Al-’Ubudiyyah, Hakikat Penghambaan Diri

Buku Al-’Ubudiyyah, Hakikat Penghambaan Diri

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 60.000,00
Rp 48.000
You save: IDR 12.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Al-’Ubudiyyah, Hakikat Penghambaan Diri

Dasar Agama (Pembahasan Ke-4)

Agama yang benar dibangun di atas dua perkara:

Pertama, Tidaklah kita menyembah kecuali hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

Kedua, Tidaklah kita menyembah-Nya kecuali dengan apa yang telah disyari’atkan oleh-Nya. Dan kita tidak menyembah-Nya dengan cara-cara yang bid’ah (perkara-perkara baru dalam agama yang tidak ada contohnya dan tidak ada tuntunannya dari al-Qur’an maupun dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Surat al-Kahfi: 110)

Dua landasan tersebut adalah implementasi dari dua kalimat syahadat, yaitu:

شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ

“Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah.” (HR. at-Tirmidzi dan Muslim)

Syahadat yang pertama mengandung pengertian bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya.

Syahadat yang kedua mengandung pengertian bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang menyampaikan risalah dari-Nya. Maka wajib bagi kita untuk membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentaati perintahnya. Dan Rasulullah telah menjelaskan tata cara dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, serta beliau melarang kita dari perkara-perkara baru dalam agama dan memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesesatan. Allah Ta’ala berfirman:

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surat al-Baqarah: 112)

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

“Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: ‘Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,’ (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).” (Surat at-Taubah: 59)

(Agama ini) memerintahkan agar menerima apa yang datang dari Allah Ta’ala dan apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” (Surat al-Hasyr: 7)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 199 halaman, ukuran buku 16 x 24,5 cm, da dengan berat 629 gram.
Penulis: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Penerbit: Griya Ilmu