Buku Akhirnya Allah Mengabulkan Doa Mereka, Kisah Do’a Orang-orang Yang Dikabul

Buku Akhirnya Allah Mengabulkan Doa Mereka, Kisah Do’a Orang-orang Yang Dikabul

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 32.000,00
Rp 27.000
You save: IDR 5.000,00! (15.63%)

Product Description

Buku Akhirnya Allah Mengabulkan Doa Mereka, Kisah Do’a Orang-orang Yang Dikabul

Buku Akhirnya Allah Mengabulkan Doa Mereka, Kisah Do’a Orang-orang Yang Dikabul-Risalah ini menerangkan tentang satu ibadah (yakni do’a), yang justru sebagian manusia menjauhinya. Saya beri judul risalah ini dengan ‘Fastajaaba Lahum Rabbuhum’ (Maka Allah Mengabulkan Do’a Mereka). Saya awali risalah ini dengan mengemukakan dalil-dalil atau bukti-bukti dikabulaknnya do’a dengan mengetengahkan kisah-kisah sebagian para Nabi ‘alaihihimus sallam. Kemudian dilanjutkan dengan kisah-kisah para sahabat, lalu para pengikut mereka yang baik (tabiin), dan saya sempurnakan serta saya akhiri dengan sebagian kisah-kisah yang terjadi di zaman sekarang. Saya tambahkan pula pembahasan mengenai keadaan-keadaan manusia dalam doa mereka, lalu pembahasan tentang syarat-syarat dikabulkannya do’a, berikut adab-adabnya, waktu-waktu yang disyari’atkan untuk berdo’a, dan beberapa arahan yang harus dilakukan sebelum berdo’a.

Mengapa Do’a Anda Tidak Terkabul?

Karena merasa putus asa, merasa doanya tidak akan terkabul, serta tergesa-gesa ingin doanya segera terwujud. Sikap-sikap semacam ini merupakan penghalang terkabulnya doa. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Doa yang dipanjatkan seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Dirinya berkata, ‘Aku telah berdoa namun tidak juga terkabul.’”

Telah diketengahkan, bahwa seseorang yang berdoa sepatutnya yakin bahwa doanya akan dikabulkan, karena dia telah memohon kepada Dzat yang Paling Dermawan dan Paling Mudah Memberi. Allah berfirman, (artinya) ”Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Surat al-Mu’min: 60)

Barang siapa yang belum dikabulkan doanya, jangan sampai lalai dari dua hal:

  • Mungkin ada penghalang yang menghambat terkabulnya doa tersebut, seperti: memutus hubungan kekerabatan, bersikap lalim dalam berdoa, atau mengonsumsi makanan yang haram. Secara umum, seluruh perkara ini menjadi penghalang terkabulnya doa.
  • Boleh jadi, pengabulan doanya ditangguhkan, atau dia dipalingkan dari keburukan yang semisal dengan isi doanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid; hadits ini berderajat sahih dengan adanya beberapa hadits penguat dari jalur ‘Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya.)

(Mendulang faidah dari artikel “Doamu Tak Kunjung Terkabul, Mungkin Ini Penyebabnya” yang disusun oleh Ummu Asiyah Athirah, dengan murajaah: al-Ustadz Ammi Nur Baits)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 154 halaman, ukuran buku 13 x 18 cm, dan dengan berat 120 gram.
Penulis: Shalih bin Rasyid bin Muhammad al-Huwaimil
Penerbit: Pustaka Ibnu Umar