Buku Air Mata Taubat Nasihat-Nasihat Pelembut Jiwa Al Qowam

Buku Air Mata Taubat Nasihat-Nasihat Pelembut Jiwa Al Qowam

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 55.000,00
Rp 44.000
You save: IDR 11.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Air Mata Taubat Nasihat-Nasihat Pelembut Jiwa Al Qowam

Buku ini ini hanya terdiri dari kata pengantar dan dilanjutkan dengan  tiga puluh dua bab pembahasan. Sebagian pembahasan dalam kata pengantar ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir dengan mengutip beberapa hadits Nabi dan kisah yang bersumber dari para sahabat. Kemudian beliau melanjutkan pembahasannya dengan memberikan peringatan kepada hamba-hamba-Nya yang masih terjebak dalam lingkaran kemaksiatan dengan harapan agar segera bertaubat dan keluar dari jerat maksiat dan tipu daya Iblis. Tak luput beliau sertakan kisah-kisah menarik penggugah jiwa.

Bab Pertama, penulis menyeru kaum muslimin untuk segera sadar dari berbagai kelalaian dan segera mempersiapkan bekal untuk menghadapi pengadilan dan hisab Allah Ta’ala pada hari Kiamat …

Bab Kedua, beliau memperdalam penjelasan tentang hadits yang menerangkan akibat berlama-lama terjerumus dalam dosa dan kedurhakaan serta berhati-hati dari ajal kematian yang senantiasa mengintai ...

Bab Kelima, beliau membahas akibat buruk dari kecintaan kepada dunia serta berbagai tipu daya dan jeratnya. Beliau juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengalahkan hawa nafsu yang selalu mengarah kepada kemungkaran dengan cara mengambil pelajaran dari yang telah terjadi di setelahnya ...

Bab Kesembilan, beliau mengajak para pembaca sekalian untuk mengingat fase-fase kehidupan manusia di dunia. Beliau membagi fase-fase tersebut menjadi enam bagian kehidupan. Di akhir pembahasan, beliau tak lupa mengingatkan tentang pentingnya berusaha agar tidak tertipu oleh gemerlap dunia ...

Bab Keempat Belas, Beliau menasihatkan kepada para pembaca untuk berkawan dan  bergaul dengan orang-orang shalih yang sungguh-sungguh dalam taubatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bab Kedua Puluh Satu, pembahasan yang beliau sampaikan mencakup beberapa sub judul, di antaranya tentang prasangka yang baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, perasaan selalu diawasi oleh Allah Ta’ala, muhasabah diri, dan ciri-ciri hmba yang cinta kepada Allah, serta tanda-tanda orang yang telah terpilih menjadi kekasih Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan Malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih)

Penulis Ibnul Jauzi, penerbit al-Qowam.