Buku Air Mata Orang Tua

Buku Air Mata Orang Tua

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 49.000,00
Rp 39.000
You save: IDR 10.000,00! (20.41%)

Product Description

Buku Air Mata Orang Tua

Buku Air Mata Orang Tua-Berbakti kepada kedua orang tua adalah puncak luhur yang disandingkan Allah dengan ibadah kepada-Nya, dan Allah mengangkat amalan ini ke tingkatan-tingkatan ihsan. Berbakti kepada orang tua artinya segala jenis etika, kepatuhan, ketenangan, merendahkan diri, berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ridha kedua orang tua dan menyenangkan keduanya, bahkan kendatipun keduanya kafir. Begitu agung amalan berbakti kepada orang tua! Betapa kita memerlukan doa kedua orang tua, meraih ridha mereka berdua, dan betapa kita harus berbakti dan bersilaturahmi dengan keduanya.

Begitu banyak pengorbanan yang diberikan kedua orang tua kepada anak-anak. Karena dorongan fitrah, kedua orang tua mencintai dan merawat anak-anak, bahkan rela mengorbankan apapun yang berharga demi mereka. Ibu mengandung anak di dalam perut selama 9 bulan dengan susah payah berlipat-lipat. Semakin besar perkembangan janin dalam perut, semakin ibu merasakan beban berat dan lemah, untuk selanjutnya melahirkan si janin dalam keadaan susah payah dan nyaris kehilangan nyawa. Setelah lahir, si ibu menggantungkan harapan kepada si kecil, melihat keindahan dan perhiasan hidup dalam sosok si kecil dan semangat hidup bertambah. Ia sibuk mengurusinya siang dan malam, rela menanggung keletihan demi kenyamanan si kecil, air susu ibu menjadi makanannya, buaian sang ibu menjadi rumah baginya, tangan dan dada menjadi kendaraan baginya. Ibu selalu melindungi dan menjaganya, rela menahan lapar agar si kecil kenyang, rela begadang demi si kecil tidur dengan lelap. Sang ibu begitu menyayangi dan mengaisihi si buah hati.

Kala ibu tiada, si anak memanggil-manggil, kala ibu berpaling si anak berbisik padanya, kala si anak tertimpa hal-hal yang tidak menyenangkan, ia meminta bantuan pada ibu. Si anak berpikiran segala kebaikan ada pada ibu, dan ia tidak akan terkena keburukan apapun ketika sang ibu mendekapnya di dada atau ketika berada di hadapan mata sang ibu.

Ancaman Durhaka Kepada Orang Tua

Dalam hadits Nafi’ bin al-Harits ats-Tsaqafi, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: “Syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ اللَّهَ حرَّمَ عليكم عقوقَ الأمَّهاتِ ، ومنعًا وَهاتِ ، ووأدَ البناتِ وَكرِه لَكم : قيلَ وقالَ ، وَكثرةَ السُّؤالِ ، وإضاعةَ المالِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka kepada para ibu, pelit dan tamak, mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah juga tidak menyukai qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang-membuang harta.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 338 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 502 gram.
Penulis: Butsainah As-Sayyid Al-Iraqi
Penerbit: Qiblatuna