Buku Adab Bertemu, Salam, Dan Jabat Tangan

Buku Adab Bertemu, Salam, Dan Jabat Tangan

Beli Produk Ini

Rp 0

Product Description

Buku Adab Bertemu, Salam, Dan Jabat Tangan

Buku Adab Bertemu, Salam, Dan Jabat Tangan-Bukan sekedar basa-basi atau pertemuan tanpa makna, Islam menjanjikan pahala dan keutamaan yang besar bagi pengikutnya. Termasuk dalam hal bertemu, bertatap muka, dan berpisah dengan saudara seislam. Banyak sekali teladan yang diberikan Rasulullah kepada Kita.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا ، وَلَا تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Tidak akan masuk Surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim, no. 54)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , Islam yang bagaimanakah yang paling baik ?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ.

“Engkau memberi makan dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak kenal.”  (HR. al-Bukhari, no. 12 dan Muslim, no. 39)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجِزَ فِيْ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ.

“Selemah-lemah manusia adalah orang yang lemah (malas) berdo’a kepada Allah, dan sebakhil-bakhil manusia adalah orang yang bakhil mengucapkan salam.” (HR. at-Thabarani dalam Mu’jamul Ausath (no. 5587) dan lainnya)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا لَقِيَ أَحَدُكَمْ أَخَاهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ ، فَإِنْ حَالَتْ بَيْنَهُمَا شَجَرَةٌ أَوْ جِدَارٌ أَوْ حَجَرٌ ثُمَّ لَقِيَهُ فَلْيُسَلِّمْ عَلَيْهِ أَيْضًا

“Apabila salah seorang dari kalian berjumpa dengan saudaranya sesama Muslim, hendaklah ia mengucapkan salam kepadanya! Kemudian apabila keduanya terhalang pohon atau tembok atau batu lantas berjumpa lagi, maka hendaklah ia mengucapkan salam lagi.” (HR. Abu Dawud, no. 5200)

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

كُنَّا إِذَا كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتُفَرِّقُ بَيْنَنَا الشَّجَرَةُ فَإِذَا الْتَقَيْنَا سَلَّمَ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ

“Kami (para shahabat) apabila berjalan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kami terhalang oleh pohon lantas kami bertemu lagi, maka sebagian dari kami mengucapkan salam kepada sebagian lainnya.” (HR. at-Thabarani dalam Mu’jamul Ausath, no. 7983)

Dari shahabat Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ. يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا ، وَخَيْرُهُمَا الَّذِيْ لَيَبْدَأُ بِالسَّلاَمِ

“Tidak halal seorang Muslim tidak bertegur sapa dengan saudaranya selama tiga malam, keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu pun berpaling. Akan tetapi orang yang terbaik dari keduanya adalah yang terlebih dahulu mengucapkan salam.” (HR. al-Bukhari; no. 6077, 6273, Muslim; no. 2560, Ahmad; V/416, 421, 422, Abu Dawud; no. 4911, dan at-Tirmidzi; no. 1932)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 64 halaman, ukuranb saku 9 x 14 cm, dan dengan berat 36 gram.
Penulis: Ali bin Nayif as-Syuhud, dan ulama lainnya
Penerbit: Pustaka Ibnu Umar