Buku 76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Buku 76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 40.000,00
Rp 34.000
You save: IDR 6.000,00! (15.00%)

Product Description

Buku 76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Tahukah Anda … apakah yang dimaksud dengan dosa-dosa besar itu? Para ulama menyebutkan  sejumlah definisi bagi dosa-dosa besar, yang diulas oelh al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam Fath al-Bari seraya berkata, “Ar-Rafi’i berkata dalam asy-Syarh al-Kabir, “Dosa-dosa besar ialah sesuatu yang mengharuskan dikenakan hukum had. Pendapat lain mengatakan, ‘Ialah sesuatu yang menghadapkan ancaman kepada pelakunya dengan berdasar nash al-Qur’an dan as-Sunnah.”

Dosa-Dosa Itu Ada yang Besar dan yang Kecil

al-Qurthubi berkata dalam menafsirkan  firman Allah Ta’ala:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga).” (Surat an-Nisaa’: 31)

Tatkala Allah Azza wa Jalla melarang dalam ayat ini, dosa-dosa yang merupakan dosa-dosa besar, maka Allah menjanjikan memberikan pengguguran dosa-dosa kecil sebagai imbalan menghindari dosa-dosa besar tersebut. Ini menunjukkan bahwa di dalam dosa ada dosa besar dan kecil. Dan inilah yang dipegang teguh oleh sekelompok ahli tafsir dan ulama fikih, dan bahwasanya sekedar menyentuh dan melihat (yang haram) akan diampuni secara mutlak dengan cara menjauhi dosa-dosa besar, berdasarkan janji yang benar dan fitrman-Nya yang Haq, dan bukan (berdasarkan) bahwa itu wajib atas-Nya. Serupa dengan makna ini, sesuatu yang telah dijelaskan tentang diterimanya taubat, yaitu dalam firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Surat an-Nisaa’; 17)

Maka Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kecil dengan cara menjauhi dosa-dosa besar, akan tetapi dengan (syarat) menggabungkan hal lain kepada meninggalkan dosa-dosa besar tersebut, yaitu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Allah tetapkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim, no. 233).

Dosa Besar Pertama: Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik adalah Anda menjadikan suatu tandingan (sekutu) bagi Allah, padahal Dia-lah yang menciptakan Anda, dan Anda menyembah selain-Nya berupa batu, atau pohon, atau bulan, atau Nabi, atau Syaikh, atau bintang, atau Malaikat, atau hal-hal semacamnya. Allah Ta’ala berfirman: (artinya) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surat an-Nisaa’: 48)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 200 halaman, ukuran buku 15,5 x 24 cm, dan dengan berat 533 gram.
Penulis: Al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi
Penerbit: Darul Haq