Buku 50 Terapi Hawa Nafsu

Buku 50 Terapi Hawa Nafsu

Beli Produk Ini

Rp 6.000

Product Description

Buku 50 Terapi Hawa Nafsu

Buku 50 Terapi Hawa Nafsu-Ada banyak macam terapi; ada terapi herbal, terapi holistik, terapi kecantikan, dan terapi-terapi lainnya. Fungsinya sesuai dengan maksud dilaksanakannya terapi yang bersangkutan. Hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada perkara-perkara yang selaras dengan kehendaknya. Jika kita ingin menerapinya, berarti Anda harus berbekal ilmu yang mumpuni, jangan takut kalah, kami siap membersamai Anda dalam menaklukkan nafsu yang mengarahkan kepada kejelekan.

Kiat Umum Mengendalikan Nafsu

1. Konsultasikan kepada dua “Dewan Pertimbangan Jiwa”, yaitu Agama Islam dan Akal Sehat sebelum melangkah

Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Tatkala seorang yang sudah baligh diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti binatang (yang tidak diuji dengannya), dan setiap waktu ia menghadapi gejolak hawa nafsu, maka dianugerahkan kepadanya dua penentu keputusan, yaitu agama Islam dan akal sehat. Ia pun selalu diperintahkan untuk mengkonsultasikan gejolak hawa nafsu yang dihadapi kepada dua penentu keputusan tersebut dan tunduk kepada keduanya”.

2. Anda galau? Jauhilah apa yang paling disukai hawa nafsu Anda!

Sebagian Salafus Shalih berkata, “Jika Anda bimbang menghadapi dua alternatif pilihan keputusan, Anda tidak tahu mana yang paling bahaya, maka tinggalkanlah sesuatu yang paling dekat/disukai hawa nafsumu, karena sikap yang terdekat dengan kesalahan itu ada pada mengikuti hawa nafsu.” (Dialihbahasakan oleh al-Ustadz Sa’id Abu Ukasyah dari Asbabut Takhallaush minal hawa’ (judul asli buku ini), Ibnu Qayyim al-Jauziyyah)

Celaan Terhadap Hawa Nafsu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam beberapa kalam-Nya,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (Surat al-Furqaan: 43)

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُون

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (Surat al-Jaatsiyah: 23)

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Surat al-Qashash:50)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 52 halaman, ukuran buku 12 x 18,5 cm, dan dengan berat 52 gram.

Penulis: Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Penerbit: At-Tibyan