Buku 101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

Buku 101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 23.000,00
Rp 19.500
You save: IDR 3.500,00! (15.22%)

Product Description

Buku 101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

Buku 101 Cara Mudah Mendidik Keluarga-Kewajiban yang paling utama, tanggung jawab yang paling besar, dan amanah yang paling berat adalah pendidikan terhadap keluarga. Berawal dari diri sendiri kemudian istri, anak-anak, dan kerabat. Inilah yang dimaksud dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surat at-Tahrim: 6)

Dia harus bertanggung jawab dan akan mendapat sanksi atas segala kekurangan ataupun kesesatan yang terjadi di tengah keluarganya. Mendidik keluarga bukan sekedar kegiatan sambilan, perkataan sepele, atau pemikiran sederhana. Pendidikan keluarga merupakan kebutuhan asasi dan masalah yang sangat urgen. Sebuah masalah yang memiliki konsekuensi jauh ke depan dalam menentukan masa depan rumah tangga.

Keluarga yang baik merupakan nikmat paling agung dan karunia paling berharga. Tidak ada yang mampu menghargai dan mengenali nilainya kecuali orang yang telah memiliki keluarga yang rusak, hati merasakan kepiluan dan kepedihan akibat kebobrokan rumah tangganya.

Semuanya harus menyadari bahwa pendidikan membutuhkan upaya penuh kesungguhan, tak kenal lelah, sumbang saran tak kenal bakhil, terus berupaya tanpa putus harapan, kepahlawanan tanpa tanda jasa, dan keseriusan yang tak kenal malas. Cukuplah sebagai tanda jasa dan pujian yang akan didapat  bagi pendidik dengan meraih pahala yang besar setelah wafatnya, ketika masa umurnya telah habis. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Jadi, seorang pendidik akan meraih derajat yang tinggi, pahala yang berlipat ganda, dan meninggalkan pusaka yang mulia di dunia bagi anak dan cucunya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang hamba yang shalih di Surga sehingga dia bertanya, ‘Wahai Rabbku, dari mana nikmat ini hamba terima?’ Allah berfirman,’'karena istighfar anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad) dengan sanad Shahih.

Begitulah, dia akan dikumpulkan di Surga bersama para kekasih dan kerabatnya dalam satu Surga sebagai karunia dan balasan yang baik dari Allah Ta’ala.

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 140 halaman, ukuran buku 12,5 x 17,5 cm, dan dengan berat 237 gram.
Penulis: Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc
Penerbit: Pustaka Imam Bonjol