Al-Qur’an Samsia Mushaf 15 Baris

Al-Qur’an Samsia Mushaf 15 Baris

Beli Produk Ini

Rp 150.000

Product Description

Al-Qur’an Samsia Mushaf 15 Baris

Al-Qur’an dengan ukuran besar ini cocok bagi Anda yang (maaf) mengalami hambatan dalam membaca tulisan yang agak kecil atau standar. Al-Qur’an ini dicetak dalam rangka memudahkan kaum muslimin dalam membacanya terus menerus. Khabbab bin al-Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.”

Motivasi Membaca Al-Qur’an

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bacalah al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari al- Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan al-Qur’an, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca al-Qur’an pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim).

(*Asy’ary adalah kabilahnya Abu Musa, salah seorang sahabat yang suaranya mirip serulingnya Nabi Dawud ‘alaihissallam, saking indahnya. Jadi, bukan nama firqah yang dinisbatkan kepada Imam Abul Hasan al-Asy-ary rahimahullah -yang mana diakhir hayatnya, beliau kembali ke manhaj ahlus sunnah).

Sudah bukan zamannya, waktu kita habis untuk ngobrol yang tidak berfaidah, mari sibukkan diri dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah generasi Qur’ani yang bermanfaat. Dan muliakanlah orang tua Anda kelak di hari Kiamat, dengan memakaikan mahkota di kepalanya. Subhanallah!

Cetakan Nur Alam Semesta