Buku Manajemen Rumah Tangga Bahagia

Buku Manajemen Rumah Tangga Bahagia

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 38.000,00
Rp 30.000
You save: IDR 8.000,00! (21.05%)

Product Description

Buku Manajemen Rumah Tangga Bahagia

Buku Manajemen Rumah Tangga Bahagia-Rumah Tangga bahagia bukanlah isapan jempol (baca: omong kosong semata) melainkan bisa diwujudkan. Rumah tangga yang hidup tanpa perselisihan yang berarti kecuali sekedar perselisihan kecil yang bisa segera diselesaikan saat itu juga, maka rumah tangga seperti ini memiliki pengaruh yang baik, di antaranya:

  • Tersebarnya kasih sayang antara suami-istri, selanjutnya di antara semua anggota keluarga. Barangkali tidak berlebihan jika aku katakan bahwa bila kasih sayang terdapat dalam rumah tangga, maka ini merambat hingga mencakup seluruh anggota keluarga, dikarenakan kemudahan yang diberikan Allah berupa pokok kebahagiaan.
  • Pergaulan yang baik (di antara suami-istri), sebagaimana diperintahkan Allah Azza wa Jalla.
  • Menaruh perhatian terhadap pendidikan anak, Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (Surat ath-Thur: 21)

  • Memiliki waktu luang untuk melaksanakan ketaatan. Jika rumah tangga sunyi dari problematika, maka saat itulah keluarga bisa melakukan amal kebajikan yang mendatangkan manfaat, daripada salah satu pasangan menaruh kecurigaan kepada pasangannya, lebih baik diarahkan untuk bermusyawarah dalam perkara yang ada kemaslahatannya di dunia dan di akhirat. Karena itu disebutkan dalam sebuah hadits, “Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari kemudian melakukan shalat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia memercikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati istri yang bangun pada waktu malam hari lalu melaksanakan shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, maka ia memercikkan air ke wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Jika seorang suami membangunkan istrinya, kemudian keduanya shalat malam bersama, niscaya keduanya dicatat sebagai golongan laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.”

Bagaimana menurutmu, wahai saudaraku? Jika seorang dipenuhi banyak masalah, apakah mungkin pasangannya akan membangunkannya untuk shalat malam? Bahkan sebagian suami terkadang tidak membangunkan istrinya untuk shalat Shubuh, atau istrinya tidak membangunkan suaminya disebabkan salah satunya marah terhadap yang lainnya.

  • Meluangkan waktu untuk membantu orang lain di mana saja. Ada banyak permasalahan kaum muslimin di segala tempat yang perlu diperhatikan dan diberi bantuan. Apakah kita bisa membayangkan sebuah rumah tangga yang dipenuhi problem bisa ikut andil dalam menyelesaikan problematika rumah tangga orang lain? Apakah kita bisa membayangkan seorang wanita yang kehidupannya dipenuhi dengan pertengkaran dengan suaminya bisa turun tangga untuk mendamaikan wanita lain dengan suaminya? Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberi apa-apa. Jika orang tersebut ditanya mengenai hal tersebut, maka ia menjawab, “Sesunnguhnya permasalahan yang aku dapati dalam rumah tanggaku lebih banyak daripada dalam rumah tangga kalian.”

Buku cetak edisi softover, tebal buku 232 halaman, ukuran buku 15 x 23 cm, dan dengan berat 310 gram.
Penulis: Nabil bin Muhamamd Mahmud
Penerbit: Pustaka at-Tazkia