Al-qur’an Madinah Ukuran Sedang

Al-qur’an Madinah Ukuran Sedang

Beli Produk Ini

Rp 0

Product Description

Al-qur’an Madinah Ukuran Sedang

Al-qur’an Madinah Ukuran Sedang-Membaca al-Qur’an dengan mentadaburinya itu lebih baik daripada membaca dengan sambil lalu, sebagaimana marak di bulan Ramadhan, Tiap masjid saling berlomba untuk mengkhatamkan al-Qur’an dengan cepat, walhasil para qari pun membacanya dengan cepat. Kadang yang mendengarkan menjadi ‘puyeng’ (pusing) karena kadang didapati kesalahan dalam membaca atau kendala lainnya.

Beberapa adab penting yang perlu diperhatikan dalam membaca al-Qur’an:

1- Hendaklah yang membaca al-Qur’an berniat ikhlas, mengharapkan ridha Allah, bukan berniat ingin cari dunia atau cari pujian.

2- Disunnahkan membaca al-Qur’an dalam keadaan mulut yang bersih. Bau mulut tersebut bisa dibersihkan dengan siwak atau bahan semisalnya.

3- Disunnahkan membaca al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun jika membacanya dalam keadaan berhadats dibolehkan berdasarkan kesepatakan para ulama.

Catatan: Ini berkaitan dengan masalah membaca, namun untuk menyentuh al-Qur’an dipersyaratkan harus suci. Dalil yang mendukung hal ini adalah:

عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ

Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis surat untuk penduduk Yaman yang isinya, “Tidak boleh menyentuh al-Qur’an melainkan orang yang suci”. (HR. Daruquthni no. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwa’ no. 122).

4- Mengambil tempat yang bersih untuk membaca al-Qur’an. Oleh karena itu, para ulama sangat anjurkan membaca al-Qur’an di masjid. Di samping masjid adalah tempat yang bersih dan dimuliakan, juga ketika itu dapat meraih fadhilah i’tikaf.

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Hendaklah setiap orang yang duduk di masjid berniat i’tikaf baik untuk waktu yang lama atau hanya sesaat. Bahkan sudah sepatutnya sejak masuk masjid tersebut sudah berniat untuk i’tikaf. Adab seperti ini sudah sepatutnya diperhatikan dan disebarkan, apalagi pada anak-anak dan orang awam (yang belum paham). Karena mengamalkan seperti itu sudah semakin langka.”

5- Menghadap kiblat ketika membaca al-Qur’an. Duduk ketika itu dalam keadaan sakinah dan penuh ketenangan.

6- Memulai membaca al-Qur’an dengan membaca ta’awudz. Bacaan ta’awudz menurut jumhur (mayoritas ulama) adalah “a’udzu billahi minasy syaithanir rajiim”. Membaca ta’awudz ini dihukumi sunnah, bukan wajib.

Perintah untuk membaca ta’awudz di sini disebutkan dalam ayat,

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Apabila kamu membaca al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (Surat an-Nahl: 98)

7- Membaca, “Bismillahir rahmanir rahim” di setiap awal surat selain surat Bara’ah (surat at-Taubah).

Catatan: Apabila hendak memulai pertengahan surat cukup dengan ta’awudz tanpa basmalah. (Disarikan dari Rumaysho.com/11261)

Qur'an Madinah Sedang Cetakan Hardcover, ukuran 12,5 x 17 cm, dan dengan berat 371 gram.

 

Leave your comment here