Rutinitas Amalan Bid’ah dalam Setahun (Imam Asy-Syafi’i)

Rutinitas Amalan Bid’ah dalam Setahun (Imam Asy-Syafi’i)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 140.000,00
Rp 112.000
You save: IDR 28.000,00! (20.00%)

Product Description

Rutinitas Amalan Bid’ah dalam Setahun

Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiri, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Apabila telah hidup satu bid’ah maka matilah satu sunnah, demikianlah sunnatullah yang berlaku. Ada Al-Haq dan ada Al-Batil, keduanya terus bergolak hingga yaumil akhir. Buku yang ada di hadapan pembaca ini mengupas tuntas tentang bid’ah, mulai dari definisi, hukum, pembagian, contoh-contoh kasus, sebab-sebab terjadinya, dan hal-hal yang dapat menangkal laju bid’ah. Adakah bid’ah tahunan? Yang dimaksud dengan bid’ah tahunan adalah bid’ah yang diselenggarakan sekali dalam setahun, pada waktu yang sama, tidak terjadi berkali-kali dalam setahun.

Sejenak Mengenal Bid’ah

Membahas bid’ah bukanlah hal yang tabu melainkan laksana filter bagi agama ini, agama yang telah disifati dengan kesempurnaan yang murni dan bebas dari noda-noda … inilah pemaparan bid’ah yang selayaknya Anda tahu. Bid’ah menurut Imam Asy-Syathibi adalah suatu cara yang diada-adakan dalam agama, yang bentuknya menyerupai syariat, dan yang dimaksud dari penerapannya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perkataan yang baik adalah Kitabullah, petunjuk yang terbaik adalah petunjuk Muhammad, dan perkara yang terburuk adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.”

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Maka berhati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara yang diada-adakan. Karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”

Dan dua hadits yang masyhur penyebutannya dalam Arba’in An-Nawawi;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada aslanya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim saja disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, amka amalan tersebut tertolak.”

Contoh Kasus: Hukum Perayaan Abad Baru Hijriyyah. Di antara perkara bid’ah yang diada-adakan pada beberapa abad belakangan ini adalah perayaan abad ke-15 Hijriyyah. Sebagian negara Islam merayakan waktu yang hanya datang 100 tahun sekali tersebut. Sejumlah peringatan yang terkait dengan momentum ini pun diselenggarakan. Orang-orang yang terlibat dalam perayaan ini saling memberi ucapan selamat terkait dengannya. Bahkan, pada sejumlah buku yang diterbitkan khusus untuk hari ini tertulis kalimat: “Dalam rangka memperingati abad XV Hijriyyah.”

Judul Buku : Rutinitas Amalan Bid’ah dalam Setahun
Penulis : ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz at-Tuwaijiri
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 715 halaman, ukuran buku 17 cm x 24 cm, Berat Total 1,3 Kg