Mukhtashar Al-Fawa’id (Griya Ilmu)

Mukhtashar Al-Fawa’id (Griya Ilmu)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 26.000,00
Rp 20.800
You save: IDR 5.200,00! (20.00%)

Product Description

Mukhtashar Al-Fawa’id

Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mazid, Penerbit Griya Ilmu

Tidak diragukan lagi bahwa ilmu generasi terdahulu memiliki keberkahan, faidah, kedalaman dan keluasan yang tidak terdapat pada ilmu generasi belakangan. Dari sini, muncullah pemikiran untuk membuat himpunan kitab penuh berkah ini yang keseluruhannya terdiri dari enam kitab, yakni: Mukhtashar Riyadhis Shalihin min Kalami Sayyidil Mursalin, Hadyu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mukhtashar Hadil Arwah ilaa Biladil Afrah, Mukhtashar ‘Iddatusshabirin, Mukhtashar Ad-Daa’ wad Dawaa’, dan Muktashar Al-Fawa’id (buku yang tengah Anda simak ini).

Buku yang berisi faidah berharga seputar keyakinan dan amalan ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Ada belasan poin utama yang disuguhkan, dibuka dengan Kaidah bagaimana mengambil manfaat Al-Qur’an dan dipungkasi dengan Kaidah Sebab-sebab taufiq dan pengabaian.

Hakikat Inabah. Inabah adalah tetapnya hati atas Allah Azza wa Jalla, seperti halnya badan terus menerus berada di dlam masjid ketika sedang i’tikaf tanpa meninggalkannya. Hakikat bagi hal itu adalah tetapnya hati mencintai-Nya dan berdzikir kepada-Nya disertai pengagungan dan pemuliaan. Lalu disertai tetapnya anggota badan di atas ketaatan kepada-Nya dengan ikhlas mengikuti Rasul-Nya. Barangsiapa yang hatinya tidak tetap atas Allah saja, niscaya ia akan bersama berhala-berhala yang beragam, seperti dikatakan oleh Imam orang-orang hanif kepada kaumnya, 

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ

“(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (Surat Al-Anbiya’: 52)

Adab para Nabi dalam Berdoa. Allah Ta’ala berfirman, 

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”” (Surat Al-Anbiya’: 83)

Doa ini telah mengumpulkan antara hakikat tauhid dan penampakan kebutuhan yang sangat kepada Rabb, adanya rasa cinta dalam bergantung kepada-Nya, pengakuan untuk-Nya dalam hal sifat rahmat, dan Dia adalah Rabb Yang Maha Penyayang, bertawasul kepada-Nya menggunakan sifat-sifat-Nya, dan besarnya hajat dan kebutuhan kepada-Nya. Jika seorang yang mengalami musibah mendapati hal ini niscaya cobaan disingkap darinya. 

Sebab-Sebab Kebahagiaan. Pokok-pokok yang di atasnya dibangun kebahagiaan seorang hamba ada tiga, dan bagi tiap-tiap pokok itu ada kebalikannya. Barangsiapa yang kehilangan salah satu pokok tersebut niscaya akan ada padanya kebalikannya. Tauhid kebalikannya adalah syirik. Sunnah kebalikannya adalah bid’ah. Lalu Ketaatan kebalikannya adalah maksiat. Ketiga pokok ini memiliki satu kebalikan, yaitu kosongnya hati dari keinginan terhadap Allah dan apa yang ada di sisi-Nya, serta tidak adanya rasa takut terhadap-Nya dan semua yang ada di sisi-Nya.

Judul Buku : Mukhtashar Al-Fawaid
Penulis : Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mazid
Penerbit : Griya Ilmu
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 154 halaman, ukuran buku 14.5 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 350 gram