Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 37.000,00
Rp 29.600
You save: IDR 7.400,00! (20.00%)

Product Description

Buku Tuntunan Praktis Hukum Waris

Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Pustaka Ibnu ‘Umar

Ilmu Waris jika dipahami dengan baik akan membuahkan hal-hal yang menentramkan jiwa dan menyingkirkan perselisihan-perselisihan yang ada. Syaratnya ialah beriman terhadap syari’at. Sebab asal syari’at ini untuk mengatur kemaslahatan hamba, tidak ada syari’at yang memberatkan umatnya. Pembagian yang ditentukan berdasarkan dalil yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sampaikanlah faraa-idh kepada ahlinya. Lalu bagian yang tersisa diperuntukkan bagi laki-laki yang paling dekat.”

Ilmu Mawarits atau Faraa-idh adalah ilmu pokok -yang berlandaskan ilmu fiqih dan ilmu hitung- yang berkaitan dengan perhitungan warisan bagi orang-orang yang berhak menerimanya. Tujuannya adalah agar setiap yang berhak menerima warisan dari tirkah (tirkah adalah harta peninggalan si mayit sebelum dikurangi untuk membayar hutangnya, wasiat, warisan, dan keperluan mayit lainnya) mendapatkan haknya sebagaimana mestinya.

Seberapa Penting Ilmu Waris? Ilmu waris ini mempunyai kedudukan yang tinggi dan pengaruh yang besar. Cukuplah tentang kemuliaannya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memperinci dan menjelaskan pokok-pokok ilmu ini dalam kitab-Nya. Dia Azza wa Jalla sendiri yang memberikan batasan dari bagian-bagiannya dan kepada siapa saja warisan harus diberikan. Hal ini memperkuat bahwa alangkah pentingnya setiap ahli waris mendapatkan bagiannya sesuai dengan haknya menurut hikmah yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Hanya Dia Ta’ala Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya dan Diapun Maha Mengetahui terhadap apa yang dapat membinasakan mereka. Dialah Yang Maha Mengetahui terhadap siapa yang berhak mendapat harta warisan, dan siapa yang tidak berhak mendapatkannya. Dia berfirman, 

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (Surat Al-Mulk: 14)

Berdasarkan ayat di atas, maka terlarangnya memperdebatkan atau memperselisihkan pembagian warisan ini, karena yang memperinci dan menjelaskannya adalah Dzat yang tidak disiksa atas keputusan hukum-Nya, dan ketentuan serta perintah-Nya pun tidak dapat ditolak. 

Hak-Hak terkait dengan Harta Peninggalan Mayit. Jika seorang meninggal, maka harta peninggalannya memiliki lima hak yang harus ditunaikan dari harta tersebut. Jika harta tersebut terbatas, maka sebagian hak harus didahulukan dari hak-hak lainnya, berdasarkan urutan sebagai berikut: biaya pengurusan mayit, pembayaran hutang harta, pembayaran hutang agama (puasa atau nadzar), pelaksanaan wasiat, dan pembagian harta kepada yang berhak menerimanya. 

Judul Buku : Tuntunan Praktis Hukum Waris
Penulis : Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim
Penerbit : Pustaka Ibnu ‘Umar
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 136 halaman, ukuran buku 14.5 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 350 gram