Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 26.000,00
Rp 21.000
You save: IDR 5.000,00! (19.23%)

Product Description

Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah

Abu Muhammad Abdurrahman asy-Syafi’i, Pustaka Ibnu Umar

Haji termasuk ibadah yang memerlukan persiapan yang banyak, di antaranya persiapan ilmu. Sudahkah Anda berbekal dengannya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مَنَاسِكَكُمْ

“Wahai manusia, ambilah manasik kalian (dariku).” (HR. Muslim dan an-Nasa’i)

Buku yang berjudul asli Dalilul Hajji wal Umrati al-Mushawwar ini menyuguhkan kepada Anda seputar fiqih haji dan umrah secara mudah (disertai gambar peraga). Di antara keutaman haji dan umrah; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain Surga.” (HR. Mutafaq Alaih)

Dalam hadits yang lain,

مَنْ حَجَّ ِللهِ عزوجل فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Azza wa Jalla tanpa berbuat keji dan kefasiqan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.’” (HR. Mutafaq Alaih)

Apa yang Wajib bagi Kita Setelah Selesai Manasik?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.” (Surat al-Baqarah: 200)

Maknanya: Apabila kalian telah menyelesaikan manasik haji, maka ingatlah kepada Allah, dan pujilah Dia atas segala kenikmatan dari-Nya atas kalian.

Abul Jauza’ bertanya kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Pada zaman sekarang orang-orang tidak menyebut-nyebut lagi bapak-bapak mereka. Jadi, apa makna ayat tersebut?” Ibnu Abbas menjawab, “Tidak demikian, karena makna ayat tersebut adalah ketika Allah Azza wa Jalla didurhakai, engkau harus lebih marah dengan kemarahan yang lebih dahsyat, daripada kemarahanmu ketika kedua orang tuamu dicaci maki. Wahai saudaraku, setelah selesai ibadah haji, berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya, dan sucikanlah Dia setiap pagi dan sore hari. Taatlah selalu kepada Allah Ta’ala. Perbaharuilah selalu janji baikmu kepada Allah Ta’ala. Peliharalah taubat secara keseluruhan. Semoga setelah haji engkau kembali dari dosa-dosamu seperti saat engkau dilahirkan ibumu.”

Judul Buku : Tuntunan Manasik Haji Dan Umrah
Penulis : Abu Muhammad Abdurrahman asy-Syafi’i
Penerbit : Pustaka Ibnu Umar
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Tebal buku 128 halaman, ukuran buku 10,5 x 15 cm, berat buku 250 gram.