Buku Temui Aku Di Telaga (Darul Ihsan)

Buku Temui Aku Di Telaga (Darul Ihsan)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 21.000,00
Rp 16.800
You save: IDR 4.200,00! (20.00%)

Product Description

Buku Temui Aku Di Telaga

Armen Halim Naro, Penerbit Darul Ihsan

Kisah keterasingan seorang muslim yang mengemban amanah ‘ubudiyah (penghambaan diri) kepada Allah, baik yang hidup pada masa awal muncul Islam maupun yang telah ditakdirkan hidup masa akhir zaman merupakan kumpulan kisah orang-orang yang tidak lepas dirundung duka dan dilanda kesedihan. Ia tak ubahnya sebagai seorang musafir yang singgah di sebuah perkampungan, tidak ada saudara tempat untuk mengadu, tidak ada kerabat tempat minta bantuan, dan tidak ada teman yang diajak tertawa dan bercengkrama. Akan tetapi kebersamaan dengan keterasingan tersebut ia dapat untuk bekerja dan berusaha dengan maksimal sehingga ia mendapatkan keberuntungan yang ia bawa nanti di kampung halamannya yang sejati. Suatu kesedihan yang mengantarkannya kepada pantai tawakal dan pulau keyakinan. Keterasingan yang menyuruhnya untuk merenungi dan bertafakur tentang hakikat kehidupan dan cerita kebahagiaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing.” (HR. Muslim)

Dalam keterangan Nabi yang mulia bahwa Islam akan mengalami dua kali keterasingan: keterasingan pertama yaitu keterasingan di awal Islam dan yang kedua keterasingan di akhir Islam. Dengan demikian, jika digunakan grafik maka kondisi Islam bagaikan potongan ombak yang pendek (Anda bisa menyimak grafiknya pada hal.14-17)

Hadits keterasingan Islam memiliki makna yang sama dengan hadits Hudzaifah bin Yaman terkait kebaikan dan keburukan. Disebutkan dalam hadits yang panjang, “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada masa jahiliyah dan keburukan lalu datanglah kebaikan (Islam) ini, apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan?” Maka beliau menjawab, “Benar.” Lalu aku bertanya kembali, “Setelah keburukan itu, apakah ada kebaikan lagi?” … Hingga akhir hadits.

Allah berfirman,

وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).” (Surat Ali Imran: 140)

Yaitu kadang-kadang Kami berikan kemenangan kepada pembela kebenaran, dan pada suatu masa, Kami berikan kekuasaan pada pembela kebatilan. Pada hadits ghurbah diterangkan pasang surut gelombang kehidupan yang harus dijalani oleh Bani Adam, bagaikan ombak yang ada pasang surutnya. Allah menciptakan sesuatu berpasang-pasangan, ada kehidupan dan kematian, cahaya dan kegelapan, siang dan malam, kemenangan dan kekalahan, yang hina dan dimuliakan, dan begitu seterusnya. Hal ini membuktikan bahwa di tangan-Nya semua perkara, Dia-lah Dzat Yang Maha Segalanya. (selengkapnya hal.19)

Judul Buku : Temui Aku Di Telaga
Penulis : Ustadz Armen Halim Naro
Penerbit : Darul Ihsan
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : ukuran 12 x 19 cm, Berat 150 Gram, Tebal 72 hlm