Buku Syarh Ushulus Sunnah (Al-Qowam)

Buku Syarh Ushulus Sunnah (Al-Qowam)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 35.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 7.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarh Ushulus Sunnah

Abdullah bin Abdurrahman Al-jibrin, Penerbit Al-Qowam

Adalah Imam Ahmad rahimahullah yang menyusun risalah Ushulus Sunnah yang memuat akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang diambil melalui petunjuk kitab Allah yang mulia dan sunnah yang suci. Terkhusus pada pembahasan tentang perkara ghaib, iman, dan perselisihan yang terjadi di kalangan ahlul bid’ah. Tulisan tersebut memiliki nilai dan manfaat di setiap bab yang dibahas. Dari risalah tersebut, kita bisa mengetahui keinginan kuat para imam untuk menyelamatkan umat dari perkara-perkara dan kesesatan bid’ah, penyimpangan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta penjelasan dari pendapat yang benar dan selamat dari permasalahan tersebut.

Persaksian Para Ulama terhadap Imam Ahmad

Imam Abu Zur’ah Ar-Razi rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui sahabat-sahabat kita yang masih muda, lebih fakih darinya, yaitu Ahmad bin Hanbal.”

Imam Bukhari rahimahullah berkata, “Ketika Ahmad mendapat hukuman, kami sedang di Bashrah. Aku mendengar Abu Walid Ath-Thayalisi berkata, “Seandainya Ahmad berada di kalangan Yahudi, tentu ia menjadi buah bibir.”

Dan persaksian-persaksian lainnya dari kefaqihan Imam Ahmad.

Beriman dengan Adanya Mizan (Timbangan) pada Hari Kiamat

Imam Ahmad berkata, “Beriman dengan adanya mizan pada hari Kiamat. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, “Seorang hamba ditimbang pada hari Kiamat, sedang timbangannya tidaklah lebih berat dari sayap seekor nyamuk.” “Amalan para hamba juga akan ditimbang sebagaimana disebutkan dalam atsar. Hendaklah kita mengimani dan mempercayainya, serta berpaling dari siapapun yang menolak hal tersebut dan meninggalkan perdebatan dengan mereka.”

Pensyarah menjelaskan, “Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah beriman terhadap hari Akhir. Juga beriman terhadap peristiwa-peristiwa yang telah Allah Azza wa Jalla kabarkan pada hari Akhir. Salah satunya, kabar tentang mizan. Allah berfirman, 

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Surat Al-Anbiya’:47).”

Tiada Ampunan bagi Orang-Orang Kafir

Imam Ahmad berkata, “Apabila orang kafir menemui Allah Azza wa Jalla, niscaya Dia akan menyiksa dan tidak mengampuninya.”

Pensyarah menjelaskan, “Kekafiran diartikan dengan mengingkari rububiyyah atau menyekutukan  Uluhiyyah. Juga diartikan sebagai pengingkaran syariat atau suatu hukum perkara agama yang telah diketahui kewajibannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Pembatas antara seorang hamba dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”

Judul Buku : Syarh Ushulus Sunnah
Penulis : Imam Ahmad bin Hanbal
Penerbit : Al-Qowam
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 156 halaman, dimensi 14 x 20.5 cm, berat 240 gram