Buku Syarh Matan Al-Ushulis Sittah (Griya Ilmu)

Buku Syarh Matan Al-Ushulis Sittah (Griya Ilmu)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 31.000,00
Rp 24.800
You save: IDR 6.200,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarh Matan Al-Ushulis Sittah (Enam Landasan Beragama)

Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr, Penerbit Griya Ilmu

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah memulai risalah ini dengan menyebutkan tentang keagungan enam asas ini, dan bahwa enam asas ini sudah dijelaskan di dalam sunnah Rasul-Nya secara tuntas. Di awal pembicaraan, beliau menyebutkan dan mengisyaratkan bahwa asas-asas ini berjumlah enam. Adanya beliau menyebutkan angka ini di awal pembicaraan tentang enam ushul tentu akan membantu penuntut ilmu untuk menghafalkan ilmu dengan baik. Karena andaikata beliau hanya menyebutkan asas-asas  ini dengan bebas tanpa menyebutkan berapa jumlahnya, mungkin saja hafalan penuntut ilmu untuk asas-asas ini lemah.

Mari kita mengenal asas yang enam itu, pertama: Mengikhlaskan agama karena Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. 

Kedua: Perintah Allah untuk bersatu dalam agama dan larangan berpecah di dalamnya.

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Surat Al-An’am: 159)

Ketiga: Di antara kesempurnaan persatuan adalah mendengar dan patuh kepada pemimpin kita, meski ia seorang hamba sahaya dari Habasyah. 

عليكم بالسَّمعِ والطَّاعةِ وإن تأمَّرَ عليكم عبدٌ حبشِيٌّ

“Wajib bagi kalian untuk mendengar dan taat meskipun yang memerintah kalian adalah seorang budak Habasyah”

Keempat: Penjelasan tentang ilmu, ulama, fiqih, dan fuqaha’, dan penjelasan orang-orang yang menyerupai mereka, tetapi bukan termasuk golongan mereka. 

 فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (Surat An-Nahl: 43)

Kelima: Penjelasan Allah tentang para wali dan perbedaan antara wali-wali Allah dengan orang-orang yang menyerupai mereka dari kalangan musuh-musuh Allah, orang-orang munafik dan orang-orang keji. 

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Surat Yunus: 62)

Keenam, Membantah syubhat yang dibuat Setan terkait meninggalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, mengikuti pendapat dan hawa nafsu yang berbeda-beda. 

Judul Buku : Syarh Matan Al-Ushulis Sittah
Penulis : Prof. Dr. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr
Penerbit : Griya Ilmu
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 122 halaman, ukuran buku 14.5 x 20.5 cm, berat buku packing 350 gram