Buku Syarah Wasiat Nabi Yahya bin Zakaria (Penerbit At-Tibyan)

Buku Syarah Wasiat Nabi Yahya bin Zakaria (Penerbit At-Tibyan)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 20.000,00
Rp 16.000
You save: IDR 4.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarah Wasiat Nabi Yahya bin Zakaria

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Penerbit At-Tibyan

Siapa yang tidak mengenal Nabi Isa ‘alaihissalam, ternyata pada masa beliau ada Nabi lain yakni Nabi Yahya bin Zakariya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan Yahya bin Zakariya ‘alaihimassalam dengan lima kalimat, agar ia mengamalkannya dan menyuruh bani Israil agar mengamalkannya. Namun, beliau seolah lambat untuk menyampaikannya. Maka Nabi Isa ‘alaihissalam berkata, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima kalimat agar engkau amalkan dan menyuruh Bani Israil agar mengamalkannya. Engkau yang menyuruh mereka atau aku yang  akan menyuruh mereka?” Simak selengkapnya dalam bab mukadimah buku cantik ini.

Buku ini ditulis oleh Imam besar Ibnul Qayyim, murid ternama dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah. Banyak pujian atas keduanya, di antara pujian khusus bagi Ibnul Qayyim sebagaimana disebutkan oleh muridnya Imam Al-Hafidz Ibnu Katsir yang menyatakan, “Beliau menyimak hadits dan menyibukkan diri dalam ilmu Hadits. Dan beliau menunjukkan kematangan dalam banyak macam ilmu Islam, khususnya ilmu Tafsir, Hadits, dan Ushul Fiqih serta Qawa’id Fiqih. Saat Syaikhul Islam kembali ke negeri Mesir, beliau lalu mulazamah kepadanya hingga Syaikhul Islam wafat. Beliau menimba ilmu yang sangat banyak darinya disertai dengan kesibukan beliau dalam hal ilmu sebelumnya.”

Buku ini menjelaskan lima wasiat penting yang termaktub dalam hadits yang panjang riwayat dua Imam Ahli Hadits di zamannya yakni Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal dan Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi rahimahumallah. Wasiat pertama adalah seruan untuk bertauhid dan menjauhi kesyirikan. Wasiat kedua, anjuran untuk menegakkan shalat dan tidak lalai darinya. Wasiat ketiga, hasungan untuk berpuasa dan penyebutan pahala atasnya. Wasiat keempat berupa sedekah dan wasiat terakhir adalah perintah untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan dengan sabdanya, “Aku memerintahkan kalian lima perkara, Allah telah memerintahkan kepadaku: “Wajib mendengar dan taat, berjihad, berhijrah dan mengikuti Al-Jama’ah. Sebab, barangsiapa meninggalkan Al-Jama’ah sejengkal maka ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya kecuali ia kembali. Barangsiapa menyuarakan seruan jahiliyah maka ia tergolong kumpulan penghuni Naar Jahannam.” ila akhiril hadits.

Di awal bab, penulis memperumpamakan muwahhid (orang yang bertauhid) dan musyrik (pelaku kesyirikan) dengan permisalan yang mudah dicerna dan beliau tutup bab ini dengan klasifikasi manusia: manusia yang baik, manusia yang jelek, dan manusia yang mengumpulkan kebaikan dan keburukan. Beliau simpulkan di manakah posisi akhir hayat mereka; di Surga atau di Neraka?