Buku Syarah Arba’in An-Nawawi (Darul Haq)

Buku Syarah Arba’in An-Nawawi (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 110.000,00
Rp 88.000
You save: IDR 22.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Syarah Arba’in An-Nawawi

Al-Imam An-Nawawi, Al-Imam Ibnu Daqiq Al-Id, Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, dan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, Penerbit Darul Haq

Tahukah Anda bahwa buku dengan judul Al-Arba’in sangat banyak jumlahnya dan yang masyhur adalah buku yang saat ini sedang Anda telaah reviewnya. Empat buku dalam satu buku! Inilah yang dikumpulkan oleh Al-Fadhil Sayyid bin Ibrahim Al-Huwaithi, yang mana beliau menggabungkan penjelasan dari penulis sendiri yakni Imam An-Nawawi, Syaikh Daqiq Al-Id, Syaikh As-Sa’di, dan Syaikh Ibnu Utsaimin.

Sebelum memasuki pembahasan, simaklah biografi para pensyarah buku ini, mulai dari tahun lahir, semangatnya dalam belajar agama, mengenal guru-guru mereka sekaligus mengetahui siapa saja murid-muridanya, mengenal karya tulisnya, dan mengenang jasa-jasanya dalam meninggikan Islam. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ٍ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Berkata Imam As-Sa’di: “Di dalam keduanya (kalimat: kepada Allah dan RasulNya) berisi keikhlasan kepada Dzat yang disembah dan mengikuti Rasul, yang keduanya adalah syarat bagi setiap ucapan dan perbuatan, zahir dan batin. Barangsiapa yang mengikhlaskan amalnya karena Allah dan mengikuti Rasulullah, maka inilah orang yang amalnya diterima. Barangsiapa yang kehiangan kedua hal itu, atau salah satu dari keduanya, maka amalnya tertolak, dan masuk kedalam kategori firman-Nya:

وَقَدِمْنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُوا۟ مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَٰهُ هَبَآءً مَّنثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Surat Al-Furqan: 23)

Sedangkan orang yang menghimpun dua kriteria tersebut, masuk dalam kategori firman-nya,

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan.” (Surat An-Nisa’: 125)

Adapun Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Hadits ini adalah dasar utama mengenai amalan amalan hati, karena niat termasuk amalan hati. Menurut para ulama, hadits ini adalah separuh peribadatan, karena ini timbangan amalan-amalan batin.”

Judul Buku : Syarah Arba’in An-Nawawi
Penulis : Al-Imam An-Nawawi, Al-Imam Ibnu Daqiq Al-Id, Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, dan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 432 halaman, ukuran buku 16 x 24,5 cm