Buku Sifat Wudhu Nabi (Penerbit At-Tibyan)

Buku Sifat Wudhu Nabi (Penerbit At-Tibyan)

Beli Produk Ini

Rp 5.000

Product Description

Buku Sifat Wudhu Nabi

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Penerbit At-Tibyan

Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Tidak akan diterima shalat seseorang tanpa berwudhu. Sebagaimana halnya shalat, wudhu juga harus mengikuti tuntunan sunnah Nabi. Buku ini merupakan buku serial fikih thaharah yang melengkapi pembahasan Sifat Shalat Nabi.

Sifat Wudhu Nabi; Jika seorang muslim hendak berwudhu, maka pertama yang harus ia lakukan adalah berniat di dalam hati lalu membaca basmalah berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak sempurna wudhu seseorang yang tidak membaca basmalah.” (HR. Ahmad) dan seterusnya dapat Anda simak hingga halaman 17.

Sunnah-Sunnah Wudhu; Disunnahkan bersiwak (gosok gigi) sebelum berwudhu,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

Mencuci kedua telapak tangan sebelum berwudhu, dan seterusnya hingga halaman 21.

Pembatal-pembatal wudhu; 1). Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul dan dubur), yakni buang air kecil dan besar. 2).Kentut. 3). Hilangnya akal, karena penyakit gila atau pingsan, atau mabuk, atau tidur nyenyak. 4). Menyentuh kemaluan disertai syahwat. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaknya ia berwudhu.” (HR. Ibnu Majah).  5). Memakan daging unta. Rasulullah pernah ditanya, “Apakah orang yang makan daging unta harus berwudhu?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. Muslim)

Hal-Hal yang Terlarang bagi orang yang tidak berwudhu; 1). Menyentuh Al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh memegang mushaf Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Daruquthni)

Yang mana selaras dengan firman Allah Ta’ala,

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (Surat Al-Waqi’ah: 79).

2). Mengerjakan shalat, Rasulullah bersabda, “Allah tidak menerima shalat seseorang yang tidak berwudhu.” (HR. Muslim).

3). Tahwaf di Ka’bah. Rasulullah bersabda, “Thawaf di baitullah termasuk shalat.” (HR. Tirmidzi)

Dan di akhir pembahasan, disisipkan pembahasan ringkas seputar tayamum. Dalil pensyariatannya, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ٦

“Apabila kalian sakit atau sedang dalam bepergian (safar) atau salah seorang dari kalian datang dari tempat buang air besar (selesai buang hajat) atau kalian menyentuh wanita (jima’) sedangkan kalian tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah/debu yang baik (suci), (dengan cara) usapkanlah debu itu ke wajah dan tangan kalian. Allah tidak menginginkan untuk menjadikan keberatan atas kalian di dalam menjalankan syariat Agama ini, akan tetapi Allah ingin menyucikan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian. Semoga dengan begitu kalian mau bersyukur.” (Surat Al-Maidah: 6)
Judul Buku : Saku Sifat Wudhu Nabi
Penyusun : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Penerbit : At-Tibyan
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran 9 x 14 cm, Berat 200 gram