Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Walimah Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Walimah Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah (Pustaka Ibnu ‘Umar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 14.000,00
Rp 12.000
You save: IDR 2.000,00! (14.29%)

Product Description

Buku Saku Tuntunan Praktis Adab Walimah Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah

Dr. Aamal Yasin ‘Abdul Mu’thy Al-Bandary, Pustaka Ibnu ‘Umar

Buku ini disarikan dari kitab Walimatul ‘Ursi wa Aadaabihaa yang dihimpun secara ringkas oleh Al-Akh Ade Ikhwan Ali menjadi beberapa poin yang menarik. Buku yang terdiri dari 5 bab ini menyajikan poin-poin yang runtut hingga memudahkan pembaca untuk mengambil fadiah darinya.

Ukuran Walimah

Al-Qadhi Iyadh berkata: “Para ulama sepakat bahwa tidak ada batasan maksimal dan minimal untuk walimah. Apa yang bisa dilakukan, maka itu sudah sah. Namun, yang dianjurkan adalah sesuai dengan kemampuan suami. Jika suami berkemampuan, maka minimal dengan seekor kambing, dan bagi selainnya maka sesuai dengan kemampuannya.”

Etika Seputar Menghadiri Walimah

Pertama, Menghadiri undangan jika mendapat undangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دُعِيَ فَلْيُجِبْ

“Barangsiapa yang diundang, hendaklah ia memenuhinya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيْمَةِ فَلْيَأْتِهَا

“Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah.” (HR. Bukhari)

Bagaimana jika sedang puasa? Ini solusinya …

إذا دعي أحدكم إلى طعام فليجب، فإن كان مفطراً فليطعم، وإن كان صائماً فليصل. يعني: الدعاء

“Bila salah seorang diantara kalian diundang menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika ia tidak sedang berpuasa maka hendaklah ia ikut makan. Dan jika ia sedang berpuasa hendaknya ia mendoakan.” (HR. Muslim)

Kedua, Tidak pilah-pilih dalam mengundang (hanya membatasi) mengundang orang kaya tanpa mengikutsertakan orang miskin, maka ini termasuk akhlak yang buruk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ يُدْعَى إِلَيْهَا اْلأَغْنِيَاءُ دُوْنَ الْفُقَرَاءِ

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan jamuan resepsi, dimana hanya orang kaya saja yang diundang tanpa mengundang orang miskin.”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ahmad)

Ketiga, Mendoakan mempelai, jangan hanya makan saja, terus ngacir (wa la kalam, wa la salam. Baca: tidak pamitan alias kabur!!!) Di antara doa yang yang disyariatkan,

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

(Barokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khoir)

“Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud)

Keempat, Mendoakan tuan rumah dengan doa,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ، وَارْحَمْهُمْ، وَبَاِرِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ

(Allohummaghfirlahum, warkhamhum, wabaariklahum fiima rozaqtahum)

“Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka.” (HR. Ahmad)

Judul Buku : (Saku) Tuntunan Praktis Adab Walimah Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah
Penulis : Dr. Aamal Yasin ‘Abdul Mu’thy Al-Bandary
Penerbit : Pustaka Ibnu ‘Umar
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran: 15 x 10 cm, Berat: 100 gr, Tebal: 96 halaman