Buku Saku Sikap Berlebihan dalam Beragama (Darul Haq)

Buku Saku Sikap Berlebihan dalam Beragama (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Rp 9.000

Product Description

Buku Saku Sikap Berlebihan dalam Beragama

Dr. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qadhi, Penerbit Darul Haq

Ghuluw adalah suatu sikap melampaui batas dan suatu tambahan tercela terhadap segala sesuatu, walaupun hal itu dilakukan dengan bersusah payah untuk mendalami dan membebani. Maka berdasarkan pengertian ini maka sikap ghuluw adalah suatu bentuk bid’ah, karena telah keluar dari gambaran syari’at dari sisi penambahan dan berlebih-lebihan, dan tidaklah bisa ditolerir bahwa sikapnya tersebut berasal dari ijtihad dan niat yang baik, karena sesungguhnya bersikap sederhana dalam ittiba’ adalah lebih baik daripada berpayah-payah dalam melakukan bid’ah.

Buku yang ringkas ini mendetailkan kepada Anda sejumlah definisi ghuluw yang disampaikan oleh beberapa ulama kibar, seperti Imam Ibnu Hajar, Imam Ibnul Atsir, dan Syaikhul Islam -rahimahumullah- disertai dalil-dalil yang menguatkannya dan metode yang dapat ditempuh guna mengobati penyakit ghuluw ini.

Sikap Pertengahan dalam Berakidah. Ahlussunah adalah pertengahan di antara kelompok-kelompok yang ada pada umat ini, sebagaimana umat ini adalah umat pertengahan di antara umat-umat lainnya.

Sikap Pertengahan dalam Beribadah. Terdapat hadits yang masyhur mengenai tiga orang yang mendatangi rumah Nabi shalllallahu ‘alaihi wa sallam dan menanyakan hal ikhwal beliau saat di rumah. Lalu mereka merasa amalannya tidak ada apa-apanya (tidak bernilai sama sekali). Lantas salah seorang di antara mereka berkata, “Adapun aku aku akan shalat sepanjang malam.” Sedangkan lelaki di sebelahnya berujar, “Adapun aku akan berpuasa tanpa berbuka.” Dan lelaki terakhir berujar, “Adapun aku tidak akan menikah selamanya.” Kemudian ucapan ketiga orang tersebut sampai kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda, “Adapun aku shalat kemudian tidur, aku berpuasa dan berbuka, serta menikahi beberapa wanita … (dan menandaskan dengan sabdanya)

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى

“Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”

Sikap Pertengahan dalam Berperilaku. Terbagi lagi dalam empat poin, salah satunya, sikap pertengahan dalam bermasyarakat, sebagaimana Allah Azza wa Jalla firmankan, 

بِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Surat Ali Imran: 159)

Judul Buku : Sikap Berlebihan Dalam Beragama
Penulis : Dr. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qadhi
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 80 halaman, ukuran buku 10 x 14.5 cm, berat buku packing +/- 150 gram