Buku Saku Hukum Jual Beli (Pustaka Ibnu Umar)

Buku Saku Hukum Jual Beli (Pustaka Ibnu Umar)

Beli Produk Ini

Rp 9.500

Product Description

Buku Saku Hukum Jual Beli

Kompilasi Ulama Fiqih Lembaga Malik Fahd, Pustaka Ibnu Umar

Apakah Anda pebisnis atau petani ataukah karyawan biasa? Sudah barang tentu, Anda membutuhkan skill seperti ini. Apakah itu? Yakni direct selling yang sesuai syari’at. Permasalahan kontemporer dalam dunia kerja kekinian tak lupa disajikan oleh Tim Pustaka Ibnu Umar sebagai khasanah ilmiah. Bertumpu pada kitab Fiqih Muyassar segalanya bermula. Mulai dari definisi, hukum, rukun, dan perkara-perkara yang membersamai jual beli (baca; pasti ada, tidak bisa ditinggalkan), semuanya dijabarkan dengan lugas dan berdasarkan dalil yang kuat. Subhanallah.

Mengenal Jual Beli Terlarang

Selain kita mengenal sistem jual beli yang mubah, maka sudah selayaknya kita mengenal pula jual beli yang dilarang. Bukan dalam rangka mengamalkannya, akan tetapi berhati-hati agar terhindar darinya. Apa sajakah itu? Pertama, Jual beli setelah adzan kedua pada shalat Jum’at. Allah Ta’ala berfirman, (artinya) “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Surat al-Jumu’ah: 9)

Kedua, menjual sesuatu kepada seseorang yang bisa menolongnya untuk bermaksiat atau membantunya untuk melakukan perbuatan yang dilarang. Periksa surat al-Ma-idah: 2. Ketiga, Seorang muslim mengambil alih transaksi yang sedang dilakukan oleh saudaranya, yakni dengan menawarkan barang sejenis sebagaimana yang sedang dijual oleh saudaranya semuslim. Rasulullah bersabda, “Janganlah sebagian dari kalian menjual barang (sejenis) yang akan dijual oleh sebagian (temanmu).” Keempat, membeli barang yang sudah dibeli orang lain. Kelima, Jual beli ‘inah. Keenam, menjual barang sebelum ada di tangan. Ketujuh, menjual buah yang belum nampak kematangannya. Kedelapan, Najsy (yakni menaikkan harga dagangan yang ditujukan untuk menipu pembeli). Selengkapnya hal. 18-25.

Ancaman Allah Terhadap Pelaku Riba

“Dosa riba ancamannya NgeRIBAnget!!!”, seloroh pegiat Anti Riba. Memang sepatutnya kita apresiasi kawan-kawan yang berusaha bangkit dari jerat riba dan mencoba move on untuk menuju ke arah yang lebih baik. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman dalam ayat-Nya yang mulia, (artinya) “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Surat al-Baqarah: 275)

Judul Buku : (Saku) Hukum Jual Beli
Penerbit : Pustaka Ibnu Umar
Penulis : Kompilasi Ulama Fiqih Lembaga Malik Fahd dari Kitab Fiqih al-Muyassar
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran buku saku 9 cm x 14 cm, tebal buku 64 halaman