Buku Saku Dzikir Pagi & Petang Dilengkapi Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Qur’an & Sunnah (Penerbit At-Tibyan)

Buku Saku Dzikir Pagi & Petang Dilengkapi Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Qur’an & Sunnah (Penerbit At-Tibyan)

Beli Produk Ini

Rp 5.000

Product Description

Buku Saku Dzikir Pagi & Petang Dilengkapi Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Qur’an & Sunnah

Penerbit At-Tibyan

Mengapa kita cepat kalah dalam menghadapi Syaithan? Bisa jadi benteng pertahanan kita lemah. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk senantiasa melazimi dzikir pagi dan petang. Juga, dzikir setelah shalat fardhu yang lima. Anjuran untuk berdzikir ini terdapat penyebutannya dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman,

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

“Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).” (Surat Qaf: 39)

Allah Azza wa Jalla berfirman, “Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (Surat al-Ahzab: 42)

Dalam ayat yang lain disebutkan, “Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang.” (Surat al-Insan: 25)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) shalat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan 4 orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) shalat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan 4 orang budak.” (HR. Abu Dawud)

Dzikir Penangkal Makar Syaithan

(Dzikir ini) bila diamalkan dengan didasari keimanan dan membenarkannya, niscaya bisa menjadi benteng dan perisai yang amat ampuh untuk menolak gangguan Syaithan dan bala tentaranya, baik dari golongan Jin dan Manusia. Selain itu bisa pula dipakai untuk membentengi diri dari segala keburukan dan hal-hal yang tidak disukai. Oleh karenanya, seharusnya dzikir-dzikir ini tidak diabaikan, dan hendaknya dibaca dengan hati yang hadir dan jiwa yang khusyu’.

Pembeda Antara yang Hidup dan Mati

Rasulullah mengumpamakan hidup atau wafatnya seseorang dengan kebiasaan dzikirnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْـحَيِّ وَ الْـمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Al-Bukhari)

Maka bagaimana dengan orang-orang yang lebih khusyu’ mendengarkan nasyid religi dengan dalih taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah)? Mereka menginginkan kebaikan tapi tak mampu meraihnya. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun tidak mendapatkannya.” (HR. Ad-Darimi)

Judul Buku : (Saku) Dzikir Pagi & Petang Dilengkapi Dzikir Sesudah Shalat Fardhu Menurut Qur’an & Sunnah
Penerbit : At-Tibyan
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran 13,5 x 9 cm, Berat 100 gr, Tebal 52 halaman