Buku Saku Ayyuhal Walad (Pustaka Arafah)

Buku Saku Ayyuhal Walad (Pustaka Arafah)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 24.000,00
Rp 19.200
You save: IDR 4.800,00! (20.00%)

Product Description

Buku Saku Ayyuhal Walad

Muhammad bin Muhammad Abu Hamid Al-Ghazzali, Pustaka Arafah

Ini adalah nasihat yang mengena dari seorang ayah kepada putranya, dan maklum kita ketahui bersama bahwa kedudukan seorang guru layaknya ayah bagi seorang murid. Imam Al-Ghazzali rahimahullah berkata, “Aku menuliskan nasihat-nasihat dalam surat ini, agar engkau bisa mengambil suatu nasihat darinya. Jika engkau tidak bisa mengambil nasihat dari suratku, apa yang telah engkau hasilkan di waktu-waktu yang telah berlalu?”

Empat Bekal bagi Penempuh Jalan Allah

Penulis berkata, “Wahai anakku … sebagian permasalahan termasuk perkara yang bersifat dzauqiyah, sedangkan sebagiannya lagi bisa dijawab. Kami telah menyebutkannya dalam kitab Ihya’ Al-’Ulum dan yang lainnya. Saya sebutkan di sini beberapa bagian darinya dan saya tunjukkan dengan mengatakan, “Seorang salik (orang yang berjalan menuju Allah) harus melakukan empat perkara berikut ini; pertama, memiliki i’tiqad yang benar tanpa dicampuri dengan kebid’ahan. Kedua, taubat nasuha dan setelahnya tidak akan kembali lagi kepada kehinaan. Ketiga, meminta keridhaan dari lawan pertikaiannya, sehingga tidak ada lagi hak orang lain atasnya. Keempat, memperoleh ilmu tentang syariat hingga bisa melaksanakan perintah-perintah Allah Ta’ala. Kemudian ilmu-ilmu akhirat yang dengannya bisa menjadi jalan keselamatan.”

Menyelisihi Hawa Nafsu dan Bersungguh-Sungguh Melawannya

Penulis berkata, “Aku memperhatikan, manusia mengikuti hawa nafsunya, dan bersegera menuruti keinginan mereka. Aku merenungkan firman Allah Ta’ala,

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggal(nya).” (Surat An-Nazi’at: 40-41)

Penulis melanjutkan, “Aku yakin bahwa Al-Qur’an adalah haq dan benar, maka aku bersegera untuk menyelisihi nafsuku, bersegera memeranginya, dan tidak menuruti keinginannya, sehingga nafsuku tunduk dengan penuh ketaatan kepada Allah Ta’ala.”

Memilih Takwa Sebagai Ganti dari Berbangga-bangga dengan Dunia

Penulis berkata, “Aku memperhatikan, sebagian orang mengira bahwa kemuliaan dan kehormatan terletak pada banyaknya kaum dan kerabat, sehingga dia merasa mulia dengan mereka. Adapula yang mengira bahwa kemuliaan dan kehormatan ada dalam banyaknya keturunan, sehingga mereka merasa bangga dengannya. Sebagian lainnya lagi menyangka bahwa kemuliaan dan kehormatannya terwujud ketika bisa merampas harta manusia, menzhalimi mereka, dan menumpahkan darah mereka. Sebagian lainnya lagi meyakini bahwa kemuliaan dan kehormatan ketika bisa merusak, boros, dan menghambur-hamburkan harta benda. Aku merenungkan firman Allah Ta’ala (Surat Al-Hujurat: 13) maka aku memilih takwa dan aku meyakini bahwa Al-Qur’an itu haq dan benar. Sedangkan prasangka dan perkiraan mereka semua itu batil dan sia-sia.”

Judul Buku : Saku Ayyuhal Walad
Penulis : Muhammad bin Muhammad Abu Hamid Al-Ghazzali
Penerbit : Pustaka Arafah
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : ukuran buku saku 10 x 14 cm, tebal 174 halaman, berat buku packing +/- 150 gram