Buku Saku Adab Pembaca Al-Qur’an (PQS)

Buku Saku Adab Pembaca Al-Qur’an (PQS)

Beli Produk Ini

Rp 5.000

Product Description

Buku Saku Adab Pembaca Al-Qur’an

Imam Nawawi, Penerbit PQS

Buku At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an … bisa jadi akrab di telinga Anda, sebab buku tersebut termasuk buku masyhur dalam bab adab yang banyak dipelajari baik di pesantren maupun majelis-majelis taklim di sekitaran kota. Inilah salah satu karya terbaik dari Imam Abu Zakariya An-Nawawi rahimahullah, setelah sukses pula (baca: istilahnya sekarang sebagai buku best seller) dengan Riyadhus Shalihin, dan Syarah Shahih Muslim nya. Kini, perkenankanlah kami menyajikan sepenggal etika yang bernilai di sisi penuntut ilmu …

Pertama, membaca Al-Qur’an dianjurkan di tempat yang bersih dan terbaik. Sebagian ulama menganjurkan membaca Al-Qur’an di masjid, karena selain bersih, ia juga tempat mulia. Di samping untuk mendapatkan keutamaan i’tikaf. Oleh karena itu, orang yang duduk di masjid selayaknya beri’tikaf, baik ia berada di masjid untuk sesaat maupun lama. Bahkan saat masuk masjid selayaknya berniat i’tikaf. Adab ini harus diperhatikan dan diketahui anak-anak maupun kalangan awam, karena adab ini banyak dilalaikan. 

Kedua, menghayati dan khusyuk. Saat membaca Al-Qur’an, hendaklah seorang muslim dalam kondisi tenang sambil menghayati apa yang sedang dibaca. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur (penghayatan) akan menjadikan hati merasa lapang dan bersinar. Allah Ta’ala berfirman, 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (Surat Al-Qur’an: 82)

Ketiga, menangis dan berusaha menangis saat membaca Al-Qur’an hukumnya dianjurkan. Allah Ta’ala berfirman, 

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Surat Al-Isra’: 109)

Disebutkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mengimami jamaah shalat Shubuh. Ia membaca surah Yusuf kemudian menangis hingga air matanya berderai membasahi selangkanya.

Keempat, membaca dengan tartil. Seorang muslim hendaknya membaca Al-Qur’an dengan tartil (perlahan-lahan). Hal ini disepakati oleh para ulama. Allah Ta’ala berfirman, 

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Surat Al-Muzammil: 4)

Judul Buku : Saku Adab Pembaca Al-Quran
Penulis : Imam Nawawi
Penerbit : PQS
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 42 halaman, ukuran buku saku 9.5 x 12.5 cm, berat buku packing +/- 150 gram