Buku Saku 40 Amalan Pelebur Dosa (Pustaka Al-Inabah)

Buku Saku 40 Amalan Pelebur Dosa (Pustaka Al-Inabah)

Beli Produk Ini

Rp 11.000

Product Description

Buku Saku 40 Amalan Pelebur Dosa

Syaikh Mahmud Al-Mishri, Pustaka Al-Inabah

Allah Azza wa Jalla tidak menciptakan seorang mukmin dalam keadaan maksum, terjaga dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Sebaliknya manusia adalah makhluk yang terus berusaha menaati Rabb-nya, bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada-Nya sebatas kemampuannya, dalam rangka mengamalkan firman-Nya,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Surat Al-Ankabut: 69)

Apabila seorang mukmin terjatuh ke dalam kemaksiatan, maka seakan dunia menjadi sempit baginya. Bahkan, pada saat itu dia merasa dosa tersebut bagaikan gunung tinggi yang dia sedang duduk di bawahnya, dia khawatir gunung tersebut akan runtuh menimpanya. Hal itu karena dia selalu menghadirkan Allah dalam hatinya yakni perasaan senantiasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.

Karena itu, termasuk rahmat Allah yang sempurna tatkala Dia meletakkan jalan keluar dan kemudahan dari kekangan dosa-dosa tersebut. Rahmat tersebut bisa dalam bentuk ampunan terhadapnya dan gugurnya siksaan yang semestinya ia dapatkan atau dalam bentuk mengganti keburukan-keburukannya dengan kebaikan-kebaikan, itulah rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu.

Gugurnya Hukuman

Hukuman api Neraka Jahanam dapat gugur dari pelaku kemaksiatan dengan sepuluh sebab yang diketahui melalui penelitian terhadap nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pertama, taubat; tidak ada perselisihan di kalangan umat Islam bahwa taubat adalah sebab teraihnya ampunan dan gugurnya siksaan. Bahkan, tidak ada sesuatu yang menjadi sebab diampuninya seluruh dosa selain taubat.

Kedua, Istighfar; sebenarnya istighfar termasuk ke dalam makna taubat, karena makna istighfar adalah memohon ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan oleh seorang hamba. Ketiga, Melakukan amalan-amalan kebaikan. Keempat, Musibah-musibah dunia yang menimpa seorang hamba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim).

Kelima, Azab Kubur. Keenam, Kengerian dan Kesulitan-Kesulitan Berat Pada Hari Kiamat. Ketujuh, Syafa’at orang yang Allah izinkan memberi syafa’at pada hari Kiamat. Kedelapan, Ampunan Allah yang Maha Penyayang tanpa melalui syafa’at. Dan dua lagi, dapat Anda simak pada halaman 15. Selamat menyimak!

Judul Buku : Saku 40 Amalan Pelebur Dosa
Penulis : Syaikh Mahmud Al-Mishri
Penerbit : Pustaka Al-Inabah
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran: 15 x 10,5 cm, Berat: 100 gram, Tebal: 76 halaman