Buku Pusaka Ilmu Memanah dalam Islam (Al-Wafi Publishing)

Buku Pusaka Ilmu Memanah dalam Islam (Al-Wafi Publishing)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 65.000,00
Rp 52.000
You save: IDR 13.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Pusaka Ilmu Memanah dalam Islam

Qori Afrizan Al-Khered, Pustaka Al-Wafi Publishing

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki beberapa busur. Busur beliau yang terbuat dari kayu pohon syauhath ada dua: pertama bernama Ar-Rauha’. Kedua bernama Al-Baidha’. Beliau juga memiliki busur yang terbuat dari kayu pohon An-Naba’ yang bernama As-Shafra’. Beliau juga memiliki busur yang bernama Al-Kathum. Beliau memiliki quiver/tabung wadah anak panah bernama Al-Kafur.

Buku ini adalah buku kedua yang berkaitan dengan ilmu memanah yang telah kami tulis. Buku kami yang pertama dengan judul Teknik Memanah dalam Islam kami sadur dari kitab Al-Furusiyyah Al-Muhammadiyyah karya Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Kitab tersebut memiliki keistimewaan tersendiri dari segi susunannya yang sistematis, serta dapat menuntun setiap pemula dalam panahan untuk mengenal rukun dan asas ilmu memanah Islam. Di samping itu, kitab tersebut dilengkapi dengan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan petuah-petuah para ulama berkenaan dengan fadhilah memanah. Dari sisi ini, kitab tersebut dapat membentuk seorang pemanah untuk menemukan sikap hati yang benar dalam panahan yang dia tekuni, tapi sayangnya buku  tersebut kurang spesifik dalam pembahasan memanah karena di dalamnya banyak mengurai bentuk-bentuk furushiyah selain memanah. Buku ini termasuk bahasan lanjutan untuk mengenal lebih jauh khazanah ilmu memanah Islam, baik dari segi busurnya, anak panah, serta teknik-tekniknya karena di dalam buku ini pembahasan ilmu memanah telah dikupas secara mendalam.

Hubungan Busur dengan Cuaca

Perlu diketahui bersama bahwasanya setiap negeri memiliki cuaca atau iklim yang berbeda-beda, ada negeri yang bercuaca panas, dingin, lembab, kering, dan tropis. Oleh karena itu, setiap negeri membutuhkan busur yang sesuai dengan cuaca atau iklim negeri tersebut agar busur lebih terjaga dari seluruh hal-hal yang membuatnya rusak atau tidak nyaman. Untuk negeri beriklim panas dan kering atau beriklim dingin dan kering, sebaiknya menggunakan: Busur yang unsur kayunya sedikit, unsur sinew dan tanduknya harus banyak, dan perawakan busurnya melengkung. 

Pemegang Busur Pertama

Para ahli telah berbeda pendapat mengenai siapakah yang pertama kali memanah dengan busur. Sekelompok ulama telah menemukan data yang bersumber dari literatur klasik yang menegaskan asal-usul busur panah, mereka mengatakan, “Sesungguhnya Malaikat Jibril ‘alaihissalam telah datang menemui Nabi Adam ‘alaihissalam dengan membawa busur panah, kemudian Malaikat Jibril mengajarkan Nabi Adam tata cara memanah dengan busur tersebut, kemudian ilmu memanah beliau wariskan kepada anak dan cucu beliau.” Jika demikian, maka orang yang pertama kali memanah menggunakan busur dan anak panah adalah Nabi Adam dan putra beliau, hingga sampai pada masa Nabi Nuh.

Judul Buku : Pusaka Ilmu Memanah dalam Islam
Penulis : Qori Afrizan Al-Khered
Penerbit : Al-Wafi Publishing
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 192 halaman, dimensi 14 cm x 20.5 cm, berat 245 gram