Buku Panduan Keluarga Sakinah (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Buku Panduan Keluarga Sakinah (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 100.000,00
Rp 80.000
You save: IDR 20.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Panduan Keluarga Sakinah

Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Separuh agama yang hilang, bukan untuk dibiarkan. Akan tetapi untuk dicari dan dijaga. Separuh agama bukan pepesan kosong. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang menikah, maka telah melengkapi separuh imannya. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi.”

Imam Al-Munawi rahimahullah menjelaskan, “Rasululah menjadikan takwa ke dalam dua bagian; satu bagian dapat diraih dengan menikah dan satu bagian lagi dengan amal shalih selainnya. Abu Hatim berkata, “Secara umum yang menguasai agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya, dan salah satu dari keduanya dapat dicukupi dengan menikah.”

Pernikahan adalah fitrah manusia. Oleh karena itu, Islam menganjurkan umatnya untuk menikah, karena nikah termasuk gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Apabila naluri ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah, yaitu pernikahan, maka ia pun mencari jalan-jalan setan yang akan menjerumuskan ke lembah hitam.

Penulis membagi tulisan ini menjadi beberapa pembahasan di antaranya: fitrah manusia atas pernikahan, pernikahan yang dilarang dalam Islam, tujuan pernikahan, tata cara pernikahan, pelanggaran yang kerap terjadi dalam walimah, rumah tangga ideal, hak dan kewajiban suami istri, menyambut kehadiran buah hati, kewajiban mendidik anak, berbakti kepada orang tua, kedudukan wanita dalam Islam dan disertai tema-tema menarik lainnya.

Ada kesimpulan yang menyatakan bahwa orang yang enggan menikah, baik dari kaum laki-laki atau kaum wanita, sebenarnya mereka tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Merekalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan yang bersifat biologis maupun spiritual. Boleh jadi mereka bergelimang harta, namun hakekatnya miskin dari karunia Allah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi yang mengena, 

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” 

Di kali lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membantah tiga orang yang berpaling dari sunnah yang mulia ini, “Demi Allah, sungguh aku merupakan orang yang paling takut dan bertakwa kepada Allah, namun demikian adakalanya aku berpuasa, adakalanya aku berbuka, adakalanya aku shalat (malam), adakalanya pula aku tidur, dan aku pun menikah dengan beberapa wanita. Barangsiapa yang enggan terhadap sunnahku, maka dia bukan bagian dari (umat) ku.”

Judul Buku : Panduan Keluarga Sakinah
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 340 halaman, ukuran buku 15 X 23 cm, berat buku packing +/- 700 gram