Buku Kode Etik Pengusaha Muslim (Muamalah Publishing)

Buku Kode Etik Pengusaha Muslim (Muamalah Publishing)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 35.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 7.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Kode Etik Pengusaha Muslim

Ammi Nur Baits, Muamalah Publishing

Hukum asal kerja sama bisnis adalah mubah. Dan dalam fikih, mubah itu sifatnya pilihan … boleh Anda lakukan, juga boleh Anda tinggalkan. Tidak ada nilai dosa dan pahala. Namun sangat disayangkan, ketika sesuatu yang awalnya mubah bisa menjadi pemicu sengketa, artinya sesuatu yang mubah menjadi sebab munculnya dosa.

Terkadang ada 2 orang kawan. Mereka menjalin ukhuwah karena kesamaan tempat kajian, kesamaan visi, dst … selanjutnya mereka melakukan kerja sama. Di saat itulah, kedewasaan masing-masing mulai diuji, pemicu konflik mulai bermunculan. Hingga akhirnya mereka harus bermusuhan, yang awalnya kawan dekat, kemudian menjadi lawan! Kerja sama bisnis yang mereka bangun akhirnya menghancurkan bisnis yang mereka bangun. Bagaimanakah seharusnya? (Simak ulasannya pada hal 159-selesai)

Inilah buku motivasi pebisnis muslim yang selayaknya Anda miliki. Buku yang berisi empat bab ini disajikan dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah dipahami. Buku yang ditulis oleh Alumni Madinah International University (Mediu), jurusan Fikih dan Ushul Fikih ini memaparkan materinya secara berkala dalam ceramah-ceramah yang bertemakan bisnis. Sebagai upaya “Shining Bright” bagi para pebisnis, agar tidak hanya jalan di tempat atau mengharap bintang jatuh. Ada sukses dan ada rugi, kadang untung dan bisa jadi buntung, semua ada hikmahnya … dan inilah kunci utama dalam menjalankan usaha!

Bahaya Dunia bagi Agama Manusia

Dari Ka’b bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنِ ابْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ :قَالَ رَسُولُ الله ِ مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

“Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Pengusaha yang tidak memiliki takwa, berharap bisa untung besar. Karena alasan harta, dia harus melanggar semua aturan selama target tercapai --- risywah (sogok), menipu, riba, bahkan sampai harus membunuh. Termasuk di antara bukti bahaya harta, manusia tidak peduli masalah halal dan haram di akhir zaman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram.” (HR Bukhari)

Takutlah dari harta yang haram, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Sesungguhnya tidak akan masuk Surga, daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.” (HR Ahmad dan Darimi)
Judul Buku : Kode Etik Pengusaha Muslim
Penulis : Ammi Nur Baits
Penerbit : Muamalah Publishing
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran: 18 x 12 cm, Berat: 200 gr, Tebal: 184 halaman