Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka (AQWAM)

Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka (AQWAM)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 39.000,00
Rp 31.200
You save: IDR 7.800,00! (20.00%)

Product Description

Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka

Buku Kisah-Kisah Anak Durhaka-Betapa banyak orang tua yang ditelantarkan semasa tua dalam naungan panti jompo, apa sebenarnya yang terjadi? Apakah kita terlalu kepo (baca: ingin tahu urusan orang) hingga harus mengetahuinya? Tidakkah mereka takut akan bahayanya durhaka kepada orang tua!!! Dari Abi Bakrah radhiyallahu ‘anhu, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَلاَ أُنَبِّئُكُم بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلاَثًا قُلْنَا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ : أَلأِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ: أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ، وَشَهَادَةُ الزُّوُرِ، فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا : لَيْتَهُ سَكَتَ

“Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam.” (Hadits Riwayat Bukhari, 3/151-152 -Fathul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim, 87]

Dari Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّاللَّهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ اْللأَمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ اْلبَنَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ، وَكَشْرَةَ اْلسُّؤَالِ، إِضَاعَةَ اْلمَالِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (Hadits Riwayat Bukhari, (Fathul Baari 10/405 No. 5975) Muslim, No. 1715 912)]

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌ وَلاَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلاَ مُكَذِّبٌ باْلقَدَرِ

“Tidak masuk Surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar,” (Hadits Riwayat Ahmad, 6/441 dan di Hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahihnya 675)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

بَابَانِ مُعَجَّلاَنِ عُقُو بَتُهُمَا فِى الدُّنْيَا الْبَغْىُ وَ الْعُقُوقُ

“Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan adzabnya (siksanya) di dunia yaitu berbuat zhalim dan al’uquq (durhaka kepada orang tua).” (Hadits Riwayat Hakim 4/177

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Telah berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ثَلاَثَةٌ لاَ يَدْ خُلُونَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : اْلعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ، وَالْمَرْأَةُ الْمُتَرَجِّلَةُ اَلْمُتَشَبِّهَةُ بِالرِّجَالِ والدُّيُوثُ

“Ada tiga golongan yang tidak akan masuk Surga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari Kiamat yakni anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki dan kepala rumah tangga yang membiarkan adanya kejelekan (zina) dalam rumah tangganya.” (Hadits Riwayat  Hakim, Baihaqi, Ahmad, 2/134)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 207 halaman, ukuran buku 14 x 20,5 cm, dan dengan berat 248 gram.
Penulis: Khalid Abu Shalih
Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu