Buku Keterasingan Islam (Pustaka Dhiya’ul Ilmi)

Buku Keterasingan Islam (Pustaka Dhiya’ul Ilmi)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 35.000,00
Rp 28.000
You save: IDR 7.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Keterasingan Islam

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Islam agama yang sempurna … kelak di kemudian hari akan kembali asing sebagaimana datangnya, mengapa bisa demikian? Cari tahu yuk di sini … Buku ini ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan diberi keterangan oleh Ustadz Mubarak bin Mahfudz Bamu’allim hafizahullah. Sedikit biografi dan pujian para ulama tentang Syaikhul Islam dijabarkan di muka sebagai penyemangat bagi para penuntut ilmu dan untuk mematahkan argumentasi yang terlontar dari musuh-musuh Islam terkait pribadi tokoh kita yang satu ini. 

Pada halaman 65, pensyarah mulai dengan membawakan kalam Ibnu Taimiyyah dan penjelasan dari hadits yang dikenal dengan “Al-Ghuraba” ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Awal (kedatangan) Islam sebagai sesuatu yang asing dan ia akan kembali (menjadi) asing sebagaimana permulaannya, maka kebahagiaan bagi orang-orang yang asing.”

Ada beberapa faidah dari hadits di atas, di antaranya, pertama; Apa saja yang terjadi pada mereka (orang-orang beriman) berupa hal-hal yang menyakitkan mereka di dunia ini, niscaya diberi gantinya dengan cepat (di dunia), berupa iman yang disertai rasa manis dan kelezatan yang dengannya mereka mampu bersabar (menanggung) beban kesakitan itu. Sementara musuh-musuh mereka ditimpa hal-hal yang menyakitkan mereka dan keburukan yang berlipat ganda tanpa diberi ganti, lambat atau cepat, karena mereka (pada hakikatnya) disebabkan karena dosa-dosa mereka. Adapun orang-orang yang beriman, mereka diuji agar iman mereka dibersihkan dan keburukan-keburukan mereka diampuni. (Selengkapnya hal.77)

Kedua, Sebagaimana Allah Ta’ala telah melarang Nabi-Nya berduka atau merasa sempit disebabkan orang-orang yang tidak mau menganut Islam pada awal kedatangannya, maka begitu juga pada akhirnya. Dengan demikian seorang mukmin dilarang merasa sedih atau berduka terhadap mereka (yang tidak mau memeluk Islam), atau merasa sempit yang disebabkan oleh makar / tipu daya mereka. (Selengkapnya hal. 80)

Dan buku ini di akhiri kesimpulan yang berfaidah, “Pada saat Islam yang hakiki menjadi sesuatu yang terasing di tengah-tengah masyarakat muslimin, kita wajib berpegang teguh padanya dan tidak boleh meninggalkannya, Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Surat Ali Imran: 102)

Judul Buku : Keterasingan Islam Dilengkapi Biografi Ibnu Taimiyyah
Penulis : Ibnu Taimiyyah
Penerbit : Pustaka Dhiyaul Ilmi
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 132 halaman, ukuran buku 14 cm x 20,5 cm, berat buku packing +/- 300 gram