Buku Jangan Pandang Masa Lalunya (Rumaysho)

Buku Jangan Pandang Masa Lalunya (Rumaysho)

Beli Produk Ini

Rp 13.000

Product Description

Buku Jangan Pandang Masa Lalunya

Muhammad Abduh Tuasikal, Penerbit Rumaysho

Manusia dalam setiap keadaannya sering meninggalkan taubat yang umum padahal ia amat butuh padanya. Karena memang taubat amat dibutuhkan oleh hamba dalam setiap keadaannya. Manusia selamanya tidak lepas dari kelalaian, meninggalkan perintah atau melampaui batas dengan melakukan sesuatu yang Dia larang. Itulah alasan mengapa ia harus bertaubat selamanya. Buku ini bertutur tentang taubat dan seluk beluknya, disentuh dengan beberapa sentilan kisah yang menggugah dan disertai faidah yang mengiringinya. Menjadikan buku ini layak untuk dimiliki siapa saja.

Taubat … Sebab Kebahagiaan. Siapa yang tidak ingin bahagia? Sudah barang tentu, semua menginginkannya. Dari Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdillah dari ayahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang bertaubat dari suatu dosa seakan-akan ia tidak pernah berbuat dosa itu sama sekali.” (HR. Ibnu Majah)

Setiap hamba pernah berbuat salah, namun hamba yang terbaik adalah yang rajin bertaubat. Dari Anas, Nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua keturunan Adam adalah orang yang berbuat salah. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah, Ad-Darimi, dan Al-Hakim)

Orang yang bertaubat akan Allah ganti kesalahan yang pernah ia perbuat dengan kebaikan. Sehingga seakan-akan yang ada dalam catatan amalnya hanya kebaikan saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَٰلِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat Al-Furqan: 70)

Allah akan mengganti amalan kejelekan yang diperbuat seseorang dengan amalan shalih. Allah akan mengganti kesyirikan yang pernah ia perbuat dengan keikhlasan. Allah Ta’ala akan mengganti perbuatan maksiat dengan kebaikan. Dan Allah pun mengganti kekufurannya dahulu dengan keislaman. Demikian ungkap Imam Hasan Al-Bashri saat menafsirkan ayat di atas.

Taubat tidak mendatangkan kecuali kebaikan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ يَوْمَ لَا يُخْزِى ٱللَّهُ ٱلنَّبِىَّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; …” (Surat At-Tahrim: 8)

Judul Buku : (Saku) Jangan Pandang Masa Lalunya
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Penerbit : Rumaysho
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 106 halaman, ukuran buku 10 x 14.5 cm, berat buku packing +/- 150 gram