Buku Istighfar (Darul Falah)

Buku Istighfar (Darul Falah)

Beli Produk Ini

Rp 12.000

Product Description

Buku Istighfar

Ibnu Taimiyah, Penerbit Darul Falah

Taubat merupakan amalan mulia, ia bukanlah pertobatan formal alias tobat sambel (baca: sekarang taubat, besoknya bergelimang dosa, karena kurangnya istiqamah). Inilah paparan ringkas seputar taubat. Penyusun membagi buku ini dalam dua tema. Poin pertama berisi definisi, urgensi, syarat-syarat, adab, dan buah-buah istighfar. Sedangkan poin kedua uraian Istighfar secara khusus berupa nasehat yang indah dari Syaikhul Islam. 

Buku ini disarikan dari Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam, jilid 11, dari halaman 670-702. Kemudian saya mengutipnya kembali, menyajikan biografi singkat Syaikhul Islam dan mentakhrij ayat dan hadits-haditsnya serta memberi kata pengantar tentang istighfar, menjelaskan fungsi, buah dan keutamaannya. Demikian ungkap Syaikh Abu Abdirrahman Fawwas Ahmad Zamrily selaku penyusun. 

Allah Ta’ala berfirman dalam beberapa ayat-Nya seputar keutamaan taubat, 

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Surat Hud:3

Taubat dan istigfar dilakukan karena meninggalkan apa yang diperintahkan dan mengerjakan apa yang dilarang, karena keduanya termasuk keburukan, kesalahan dan dosa. Meninggalkan iman, tauhid, fardhu-fardhu yang telah diwajibkan Allah kepada hati dan badan, tanpa diragukan termasuk dosa. Bahkan yang demikian ini dua jenis dosa yang lebih besar seperti yang sudah kami paparkan ketika membahas beberapa kaidah (selengkapnya hal.30)

Taubat dan istighfar karena mengerjakan dan meninggalkan. Maksudnya, istighfar dan taubat bisa terjadi karena masing-masing dari dua jenis. Istighfar dan taubat juga bisa terjadi dari sesuatu yang dikerjakan dan yang ditinggalkannya ketika dalam keadaan bodoh, sebelum pelakunya mengetahui bahwa sesuatu itu merupakan jenis keburukan, atau sebelum Rasul diutus kepadanya, atau sebelum ada hujjah. Allah berfirman,

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

“Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Surat Al-Isra’: 15)

Judul Buku : Istighfar
Penulis : Ibnu Taimiyah
Penerbit : Darul Falah
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 104 halaman, ukuran buku 11.5 x 17.5 cm, berat buku packing +/- 250 gram