Buku Induk Akidah Islam (Darul Haq)

Buku Induk Akidah Islam (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 150.000,00
Rp 120.000
You save: IDR 30.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Induk Akidah Islam (Syarah Aqidah Wasithiyah)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Darul Haq

Ada banyak buku aqidah yang mengupas pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah tak terkecuali buku ini. Selain Aqidah Wasithiyah, kita juga mengenal Aqidah Wasithiyah, Lumatul I’tiqad, Aqidah Salaf Ashabul Hadits, Syarhus Sunnah, dan kitab aqidah lainnya. Meski kitab tersebut ditulis dalam rentang waktu (bulan dan tahun) yang berbeda, seakan-akan keluar dari mulut yang sama. Inilah ciri khas aqidah Islam, dari dulu hingga sampai sekarang tidak pernah berubah. Sebab Ahlussunah berdasarkan dalil, beda halnya dengan Ahlul Bid’ah wal Furqah yang mana mereka beramal dahulu baru menetapkan dalil untuk perbuatan mereka.

Mengenal Istilah Ahlussunnah

Ahlussunnah wal jamaah mereka dinisbatkan kepada sunnah, karena mereka berpegang teguh dengannya dan mereka disebut jamaah, karena mereka bersatu padu di atasnya. Jika Anda mengatakan, bagaimana dikatakan Ahlussunnah wal jamaah, karena mereka adalah jamaah. Bagaimana sesuatu bisa disandarkan kepada dirinya sendiri? Maka kita katakan bahwa pada dasarnya arti kata jamaah adalah berkumpul (bersatu). Ia adalah isim masdhar, ini pada dasarnya, kemudian dari dasar ini dipindah pemakaiannya menjadi kaum yang berkumpul. Jadi makna Ahlussunnah wal jamaah adalah Ahlussunnah wal ijtima’. Mereka diberi nama Ahlussunnah, karena mereka berpegang kepadanya dan jamaah karena mereka bersatu di atasnya. (Selengkapnya pada hal.83-85)

Karamah Wali

Banyak yang beranggapan bahwa Ahlussunah mengingkari karamah wali dan terlalu ekstrim dalam tuduhannya. Maka kami kutipkan ucapan Syaikhul Islam dalam bab ini, “Di antara prinsip dasar Ahlussunnah waljamaah adalah mempercayai karamah para wali dan kejadian-kejadian luar biasa yang Allah tunjukkan melalui mereka dalam berbagai macam ilmu dan mukasyafah, dalam berbagai macam kodrat dan pengaruh, seperti yang diriwayatkan dari umat terdahulu di surat Al-Kahfi dan lainnya, dan dari generasi awal umat ini; sahabat dan tabi’in serta generasi-generasi umat yang lain. Karamah tetap ada pada umat ini sampai hari Kiamat.”

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan, “Siapakah wali itu? Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan hal itu dalam firman-Nya,

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Surat Yunus: 62-63)

Syaikhul Islam berkata, “Setiap mukmin yang bertakwa adalah wali Allah.” Derajat kewalian tidak diraih dengan klaim dan angan-angan, akan tetapi ia diraih dengan iman dan takwa, jika da yang berkata bahwa dia adalah wali tetapi dia tidak bertakwa kepada Allah, maka perkataannya adalah palsu.”

Judul Buku : Induk Akidah Islam Syarah Aqidah Wasithiyah
Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 936 halaman, ukuran buku 16 x 21 cm, berat buku packing +/- 1650 gram