Buku Himpunan dan Tata Cara Shalat Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah (At-Tibyan)

Buku Himpunan dan Tata Cara Shalat Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah (At-Tibyan)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Himpunan dan Tata Cara Shalat Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah

Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Penerbit At-Tibyan

Shalat sunnah yang membersamai seorang hamba dalam sehari semalam, ada banyak jumlahnya. Inilah keutamaan yang semestinya tidak Anda lewatkan. Ditulis oleh seorang ulama murid dari Syaikh Ibnu Baz rahimahullah yang populer dengan karyanya yang berjudul Hisnul Muslim. Kali ini, beliau mengetengahkan shalat tathawwu’ bagi seorang muslim. Dan beliau merincinya dalam beberapa poin penting. Pertama: Shalat Sunnah Rawatib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah selain shalat fardhu dalam sehari dua belas raka’at, maka Allah pasti akan membangunkan untuknya sebuah rumah di Surga.”

Kedua: Shalat Witir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.'”

Ketiga: Shalat Dhuha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

صْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua raka’at.” 

Keempat: Shalat Tarawih. Kelima: Shalat Tathawwu’ Mutlak. Keenam: Shalat-shalat sunnah yang dikerjakan karena sebab tertentu. Ketujuh: Waktu-waktu larangan mengerjakan shalat tathawwu’.

Nah, apa fungsi adanya shalat-shalat sunnah ini? Barangkali hadits berikut akan menjawabnya. Dalam hadits seputar amalan pertama yang akan dihisab di akhirat, di dalamnya disebutkan, maka Allah Ta’ala berfirman, “Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.” Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” 

Sungguh indah ucapan ulama yang menyebutkan, “Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang rajin ibadah di bulan Ramadhan saja. Adapun hakekatnya ... orang yang shalih ialah yang rajin ibadah dan shalat malam sepanjang masa.” Suatu kali Alqamah menanyai Ummul Mukminin Aisyah radhiyyallahu ‘anha, “Apakah Rasulullah mengkhususkan hari hari tertentu untuk beramal?” Aisyah menjawab, “Beliau tidak mengkhususkan waktu tertentu untuk beramal. Amalan beliau adalah amalan yang kontinyu.” Di lain kesempatan Rasulullah bersabda, 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”

Judul Buku : Himpunan Dan Tata Cara Shalat Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Penulis : DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani
Penerbit : Pustaka At-Tibyan
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 194 halaman, ukuran buku 14 cm x 21 cm, berat 300 gram