Buku Islam Fikih Kontemporer Wanita Dan Pernikahan (AQWAM)

Buku Islam Fikih Kontemporer Wanita Dan Pernikahan (AQWAM)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 115.000,00
Rp 92.000
You save: IDR 23.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam Fikih Kontemporer Wanita Dan Pernikahan

Buku Islam Fikih Kontemporer Wanita Dan Pernikahan-Buku ini ibarat pelepas dahaga saat panas merayap di tenggorokan, kehadirannya mampu menyelamatkan para wanita dari gelapnya fitnah menuju cahaya sunnah. Buku yang berisi 500 fatwa dari para ulama Ahlussunnah (seperti: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’dy, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh al-Albani, dan selainnya) semakin menambah bobot isi yang disajikan oleh penyusun.

Suami Lemah Syahwat

Bagaimana hukum seorang istri yang mengaku bahwa suaminya impoten. Ketika hendak diperiksakan suami lari?

Jawab: Kami telah mengkaji surat Anda terkait seorang wanita yang mengaku bahwa suaminya impoten, dan dia masih perawan seperti sedia kala. Untuk menanggapi pengaduan istri, hakim memutuskan agar ia (suami) diperiksa secara medis. Namun, sebelum dilakukan pemeriksaan, si suami malah pergi dan tidak kembali. Ia meminta nasihat hakim tentang apa yang harus ia lakukan terhadap istrinya.

Setelah mencermati pertanyaan di atas, sebenarnya tidak masalah jika suami diperiksakan secara medis. Dan pada waktu yang bersamaan, si istri diminta untuk menghentikan dakwaan terhadap suaminya. Jika suami tidak datang, maka hakim memutuskan ketidakhadiran si suami, dan nafkah yang harus ia berikan kepada istrinya.

(Syaikh Muhammad bin Ibrahim)

Istri Marah Kepada Suami Karena Suami Meremehkan Shalat

Jika ada seorang wanita menasihati atau menampakkan kemarahan kepada suaminya yang meremehkan shalat berjama’ah di masjid, apakah ia mendapatkan dosa atas hal tersebut karena besarnya hak suami atas dirinya?

Jawab: Wanita tersebut tidak mendapat dosa ketika ia menasihati suaminya yang melakukan sesuatu yang diharamkan Allah, seperti meremehkan shalat berjama’ah atau meminum minuman keras, atau begadang di malam hari. Bahkan, ia mendapatkan pahala. Namun, yang disyari’atkan adalah hendaknya nasihat yang ia berikan dilakukan dengan lemah lembut, dam menggunakan kata-kata yang sopan. Karena ini lebih mudah diterima, dan bisa diambil faidahnya.

(Syaikh Ibnu Baz)

Demikian dua kutipan fatwa yang ternukil dalam buku kita kali ini, dan masih banyak lagi yang lainnya. Akhir kata, apabila Anda menjumpai soal-jawab yang membingungkan karena salah terjemah. Maka jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada asatidz di sekitar Anda. Dalam rangka mengamalkan ayat:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (Surat an-Nahl: 43)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 590 halaman, 16 x 23,5 cm, dan dengan berat 863 halaman.

Penulis: Muhammad Samih Umar

Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu