Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khaththab (Pustaka Al-Kautsar)

Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khaththab (Pustaka Al-Kautsar)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 170.000,00
Rp 136.000
You save: IDR 34.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khaththab

Dr. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi, Pustaka Al-Kautsar

Sosok Umar radhiyallahu ‘anhu yang piawai dalam bertugas sebagai khalifah menjadikan beberapa penulis mencoba untuk menuangkan kembali konsep-konsep yang telah dikembangkan beliau dalam pemerintahannya, khususnya bab ekonomi Islam. Buku yang ada di hadapan pembaca diharapkan dapat menjadi bahan telaah bagi para pengkaji fikih Islam secara umum, dan para pengkaji Ekonomi Islam secara khusus. Sebagaimana kita ketahui bahwa ekonomi Islam adalah salah satu sisi syariat Islam yang paling pesat perkembangannya akhir-akhir ini.

Uang Pada Masa Umar radhiyallahu ‘anhu

Tidak terjadi perubahan uang pada masa Abu Bakar dikarenakan pendeknya masa khilafahnya, kesibukannya dalam memerangi kemurtadan, dan kokohnya pilar-pilar kekhalifahan. Lalu ketika masa khalifah Umar maka terjadi sebagian perbaikan uang; di mana pembicaraan di sini akan dibatasi pada pengeluaran uang, sedangkan pembicaraan tentang pembicaraan tentang perbaikan yang lain dalam masalah keuangan ditunda pada sub bab kajian berikutnya. (Selengkapnya hal.334)

Bab: Dilarangnya Mujahidin Melakukan Kegiatan Pertanian di Daerah Taklukan

Islam menilai mengabaikan jihad dan meninggalkannya karena mengutamakan bidang pertanian atau yang lainnya sebagai sebab kelemahan umat dan kenistaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah, mengikuti ekor sapi (maksudnya: sibuk dengan peternakan), ridha dengan bercocok tanam (maksudnya: sibuk dengan pertanian) dan meninggalkan jihad (yang saat itu fardhu ‘ain), maka Allah akan menguasakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabutnya dari kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (Selengkapnya hal. 526)

Makanan dalam Islam

Makanan sehat merupakan kebutuhan primer bagi kelangsungan hidup manusia dan dalam melaksanakan peranannya di dalam kehidupan. Makanan sehat adalah yang kuantitas dan kualitasnya seimbang, yaitu memenuhi kebutuhan badan tentang kekuatan yang lazim bagi manusia untuk melaksanakan kegiatan yang menjadi tuntutan di dalam hidup dan kehidupan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman,

...وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ... 

“...Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” (Surat Al-A’raaf: 157)

Sedangkan terkait kuantitas dan sekaligus kualitas makanan, Allah Azza wa Jalla berfirman, 

...وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“...Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Surat Al-A’raaf: 31)

Judul Buku : Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab
Penulis : DR. Jaribah bin Ahmad Al-Haritsi
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 791 halaman, dimensi 16 cm x 24 cm, berat 1200 gram