Buku Dzikir Pagi dan Petang (Penerbit Rumaysho)

Buku Dzikir Pagi dan Petang (Penerbit Rumaysho)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 20.000,00
Rp 16.000
You save: IDR 4.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Dzikir Pagi dan Petang

Muhammad Abduh Tuasikal, Rumaysho

Dzikir bukanlah amal biasa, melainkan amal yang utama dan dianjurkan oleh agama, oleh karena itu Rasulullah pernah menyatakan, “Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir.” Belum lagi, aktifitas manusia yang bejibun itu (baca: banyak banget). Ternyata, dzikir tidak menghambat aktifitas yang ada, justru menambah daya semangat (charger) bagi jiwa untuk senantiasa menghamba kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Benarlah apa yang pernah diucapkan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (secara makna), “Apabila seseorang tidak menghamba kepada Allah, maka ia akan menghamba kepada Setan.”

Dzikir pagi dan petang merupakan amalan orang-orang shalih terdahulu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ : أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ ، وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ : أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir mulai dari (waktu) shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikir mulai dari (waktu) shalat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak.” (HR. Abu Dawud)

Untuk menambah faidah buku dzikir pagi-petang ini, penulis sertakan dzikir setelah shalat, dzikir sebelum dan setelah bangun dari tidur. Dan tak lupa, tambahan faidah dari setiap dzikir yang ditampilkan. Misalnya; Barangsiapa membaca an-Nas, al-Falaq, dan al-Ikhlas masing-masing 3 kali tiap pagi dan petang hari, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. (Sebagaimana hadits dari Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Apakah Membaca Dzikir Ini Harus Urut?

Membaca dzikir pagi dan sore tidak mengapa bila dibaca tidak urut atau disela aktifitas yang bermanfaat lainnya, karena tidak ada dalil yang menunjukkan harus urut dalam mengucapkannya. Jadi, tidak saklek menyempurnakan urut-urutan dzikir yang akan dibaca. Bolehnya ia menyelingi dengan memasak atau persiapan bekal sebelum bekerja atau mengurus anak sebelum bersekolah, dan lain sebagainya. Lalu ia lanjutkan dzikirnya.

Mutiara Faedah yang Tersebar

  • Keutamaan membaca Sayyidul Istighfar; Barangsiapa mengucapkan dzikir ini pada siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang, maka ia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa yang mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni Surga.
  • Barangsiapa membaca {Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi ….} sebanyak tiga kali, maka tidak ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.

Judul Buku : Dzikir Pagi Dan Petang
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Penerbit : Rumaysho
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Tebal buku 86 halaman, ukuran buku 10 cm x 14,5 cm, berat buku 150 gram

Leave your comment here