Buku Doa dan Wirid (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Buku Doa dan Wirid (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 90.000,00
Rp 72.000
You save: IDR 18.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Doa dan Wirid

Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang di dalamnya tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim, melainkan Allah akan memberi baginya salah satu dari tiga kemungkinan. Yaitu doa itu segera dikabulkan, atau Dia menyimpan untuknya di akhirat, atau Dia menghindarkan darinya keburukan yang semisalnya.” Maka para sahabat menyahut, “Jika demikian, kita memperbanyak (doa/minta kepada Allah).” Beliau lantas bersabda, “Allah lebih banyak (memberikan pahala).” 

Pada hakikatnya kualitas doa si hamba tergantung pada bacaan doa itu sendiri, dan kesungguhan diri, serta keikhlasan orang yang memanjatkannya, juga tidak adanya penghalang yang membuat doanya tertolak, seperti faktor pakaian, makanan, perbuatan, dan minuman yang haram.

Suatu doa dikabulkan apabila dilakukan dengan tata cara yang benar, dan dipanjatkan pada waktu-waktu yang tepat, serta lafazhnya bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berdoa dan berdzikir ialah kunci segala kebaikan yang diperoleh seorang hamba baik di dunia maupun di akhirat, pencegah segala bentuk keburukan, mendatangkan berbagai manfaat, dan menolak datangnya bahaya.

Kitab-kitab yang berisikan doa dan dzikir dengan berbagai ragam temanya mendapat perhatian yang cukup besar dan diminati di kalangan masyarakat. Tak sedikit kitab atau buku yang ditulis para ulama sepanjang masa tentang doa dan dzikir, ada yang bersifat tebal yang lengkap dengan sanadnya, ada pula yang sedang saja, ada yang singkat, ada yang hanya memuat hadits-hadits pilihan, ada yang tipis, dan ada juga yang menyertakan syarh (ulasan dan komentarnya). Pada kitab-kitab tersebut ada riwayat shahih dan dhaif, bahkan ada penulis yang menukil riwayat-riwayat maudhu’ (palsu).

Terdapat pula buku doa dan dzikir yang sangat berbahaya. Di dalamnya ditulis doa dan dzikir yang dikarang sendiri, tidak ada asalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keduanya dibuat, dirangkai, disusun menurut ra’yu (akal) dan hawa nafsu si penulis, kemudian diberikan judul yang indah dan menarik, padahal isinya berupa jimat, wafaq, maupun isim-isim, dan potongan-potongan huruf Arab yang tak bisa dipahami yang jelas-jelas bid’ah, sesat, bahkan syirik. Semua itu tidak berdasar pada ilmu Allah kepada mereka.

Salah satu adab berdoa kepada Allah sebagaimana yang tertuang dalam firman-Nya,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Surat Al-A’raf: 205)

Judul Buku : Doa dan Wirid
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 566 halaman, ukuran buku 12 X 19 cm, berat buku packing +/- 500 gram