Buku Detik-Detik Nafas Terakhir Muhammad (Multazam)

Buku Detik-Detik Nafas Terakhir Muhammad (Multazam)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Detik-Detik Nafas Terakhir Muhammad

Muhammad Shadiq Al-Minshawi dan Dr. Zaid Abdullah Az-Zaid, Penerbit Multazam

Buku yang sarat faidah ini mengajak Anda untuk mengenal tanda-tanda perpisahan, pesan-pesan rabbani yang Allah wahyukan kepada Nabi-nya untuk memberitahukan saat-saat perpisahan kian dekat, persiapan beliau untuk menghadapinya, dan beliau lebih memilih bersama golongan tertinggi ketimbang bertahan di dunia. 

Allah telah berkehendak menjadikan kematian sebagai akhir dari kehidupan seluruh manusia di dunia, siapa pun ia. Sepanjang apapun usia seorang dan setinggi apapun kedudukan mereka dalam kehidupan pasti ia akan mati. Hanya waktu, tempat, dan sebab yang belum diketahui olehnya dan manusia sekitarnya. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk manusia sukses dalam menjalani hidup dan mengakhiri hayatnya. Beliau telah mampu membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya keimanan. Di lain sisi, dengan wafatnya Nabi, maka terputuslah wahyu ke muka bumi ini. Sehingga, bagi siapa saja yang berpegang teguh dengan petunjuk beliau, akan menuai kebahagiaan dunia akhirat.

Ibnu Abbas Menafsirkan Berita Wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Suatu kali Umar bin Khaththab mendekatkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan menempatkannya untuk duduk bersama para tokoh sahabat. Abdurrahman bin Auf dengan marah mengatakan, “Kau mendekatkan dan bertanya padanya (Ibnu Abbas), kami juga punya anak-anak seperti dia!”

Dengan tersenyum, Umar bin Al-Khaththab bilang, “Dia ini seperti yang kau tahu.” Maksudnya memiliki kesabaran dan ilmu. Setelah itu Umar bertanya kepada mereka tentang firman Allah, 

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.” (Surat An-Nashr: 1)

Umar membaca surat ini hingga tuntas. Masing-masing menyampaikan jawaban tersendiri, setelah itu Umar bin Al-Khaththab mengarahkan pandangan kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan bertanya tentang makna surat ini kepadanya. Ibnu Abbas menjawab, “Itu adalah ajal Rasulullah, Allah memberitahukan ajal itu kepada beliau.” Umar bin Al-Khaththab kemudian berkata, “Demi Allah, yang aku tahu dari surat ini seperti yang kau ketahui.”

Kita pungkasi dengan ayat Allah yang mulia, 

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Surat Ali Imran: 144)

Judul Buku : Detik-Detik Nafas Terakhir Muhammad
Penulis : Muhammad Shadiq Al-Minshawi dan Dr. Zaid Abdullah Az-Zaid
Penerbit : Multazam
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : format buku softcover, tebal buku 154 halaman, ukuran buku 14 x 20.5 cm, berat buku packing +/- 300 gram