Buku Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah (Darul Haq)

Buku Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 180.000,00
Rp 144.000
You save: IDR 36.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah yang Berpengaruh & Fenomenal dalam Sejarah Islam

Syaikh Ahmad Farid, Penerbit Darul Haq

Mengenal para ulama dari masa ke masa membuahkan hal-hal yang bermanfaat dalam kehidupan, dan di antara faidah dalam mempelajarinya sebagai berikut: Pertama, mendidik para pemuda sebagaimana ulama terdidik, sehingga tersulam sesuai metode mulia, menempati tempat-tempat kebajikan dan memberikan kebaikan. Kedua, pada seorang muslim akan berhimpun rangkuman pengalaman, sari pemikiran dan pendirian, lalu dia berpegang pada yang baik dan bersungguh-sungguh dalam pencairan. Seakan-akan dia menghimpun umur orang lain kepada yang lain. Dan masih banyak lagi faidah lainnya.

Anda akan diajak untuk mengenal dari masa ke masa, hingga zaman ulama yang Anda kenal karya tulisnya. Siapa sajakah mereka? Mereka adalah Muhammad bin Sirin, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Sufyan Ats-Tsauri, Al-Laits bin Sa’ad, Hammad bin Za’id, ulama mazhab empat (Abu Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dan Ahmad bin Hanbal), lalu para pemilik kitab hadits yang sering disebut Mutafaq Alaih dan pemilik kitab Sunan (Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Abu Yazid Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi), Ibnu Hazm (salah satu pendiri yang dikenal dengan madzhab Zhahiriyah), ulama-ulama yang populer dengan kisah-kisah mereka: Hasan Al-Bashri, Abdullah bin Mubarak, Fudhail bin Iyadh, Umar bin Abdul Aziz. Dan selainnya.

Tentu bagi Anda tidak asing dengan nama-nama ulama berikut ini: Imam An-Nawawi yang dikenal melalui Riyadhus Shalihin nya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sekaligus muridnya Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dengan ratusan karya dari keduanya, Imam Adz-Dzahabi penyusun Al-Kaba’ir, Al-Izz bin Abdus Salam, Ibnul Jauzi, Ibnu Abdil Barr, Al-Khatib Al-Baghdadi, dan masih banyak lagi. 

Ada sebuah hadits yang mengingatkan kita akan jasa-jasa para ulama yang telah wafat di masa lampau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا ، يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا ، اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا ، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu begitu saja, dicabut dari para hamba. Ketahuilah ilmu itu mudah dicabut dengan diwafatkannya para ulama sampai tidak tersisa seorang alim pun. Akhirnya, manusia menjadikan orang-orang bodoh sebagai tempat rujukan. Jadinya, ketika ditanya, ia pun berfatwa tanpa ilmu. Ia sesat dan orang-orang pun ikut tersesat.”

Judul Buku : Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah
Penulis : Syaikh Ahmad Farid
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 1012 halaman, ukuran buku 16 x 24,5 cm, berat buku packing +/- 2000 gram