Buku Islam Belajar Sabar (AQWAM)

Buku Islam Belajar Sabar (AQWAM)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 45.000,00
Rp 36.000
You save: IDR 9.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam Belajar Sabar

Buku Islam Belajar Sabar-Mempelajari sabar membutuhkan bahan bakar yang banyak, jika tidak, mungkin semangat Anda akan memudar. Oleh karena itu, perlu kiranya ada sebuah penyegaran berupa motivasi yang berharga untuk meraihnya. Berikut ini kami kutipkan petikan faidah dari salafuna shalih:

  • Berkata Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu: “Kami mendapati keutamaan hidup dengan bersabar, kalau sabar itu adalah seorang laki-laki maka tentulah ia sangat mulia.”
  • Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah menuturkan: “Ketahuilah, bahwasanya (perumpamaan) sabar dengan iman seperti kepala dengan badan. Jika kepalanya terpotong maka binasalah badannya.”
  • Berkata al-Hasan: “Sabar adalah perbendaharaan Surga yang tidak diberikan Allah kecuali bagi hamba yang mulia di sisi-Nya.”
  • Sulaiman bin al-Qasim berkomentar: “Semua amalan diketahui pahalanya kecuali sabar. Allah berfirman (yang artinya): “… Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Surat az-Zumar: 10).

(Disarikan dari konsultasisyariah.com/21312)

Sabar dan Kemenangan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya, “Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (Surat al-An’aam: 34).

Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya kemenangan. Dan bukanlah pertolongan / kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang (da’i) masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh da’i ini meskipun dia sudah mati.

Maka wajib bagi para da’i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya. Lihatlah para Rasul shalawatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Demikianlah, tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan mereka (kaumnya) mengatakan, ‘Dia adalah tukang sihir atau orang gila’.” (Surat adz-Dzariyaat: 52). Begitu juga Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa.” (Surat al-Furqaan: 31). Namun, hendaknya para da’i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua…” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

(Disarikan dari muslim.or.id/217)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 212 halaman, ukuran buku 15 x 23 cm, dan dengan berat 231 gram.

Penulis: Syaikh Musthafa Al-Adawi

Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu