Buku Bagaimana Ulama Salaf Menyikapi Penguasa (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Buku Bagaimana Ulama Salaf Menyikapi Penguasa (Pustaka Imam Asy-Syafi’i)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Bagaimana Ulama Salaf Menyikapi Penguasa

Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili, Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Hidup tenang, aman, dan damai dambaan tiap warga negara. Kedamaian dan keamanan suatu negara adalah faktor terpenting untuk membawa kemajuan warganya. Negara yang bergejolak dan berkonflik tidak akan bisa mencapai kemajuan yang dicita-citakan, akan mandek, bahkan akan mengalami kemunduran.

Islam sebagai agama bersifat kaffah -menyeluruh dan lengkap- telah mengatur sedemikian rupa bagaimana menjaga ketenteraman dalam berbangsa dan bernegara. Termasuk mengatur hubungan antara pemerintah dan rakyatnya, agar harmonis. Idealnya, umat Islam dipimpin oleh sosok pemimpin terbaik yang dicintai dan dia juga mencintai rakyatnya. Pemerintah berbuat adil kepada rakyatnya, rakyat pun taat pada pemerintahnya. Jika kondisinya seperti ini, niscaya ketentraman hidup dalam bernegara dan bermasyarakat akan mudah diwujudkan. 

Lantas, bagaimana seharusnya umat Islam bersikap saat menjumpai kondisi yang tidak ideal? Kondisi yang sebaliknya!!! Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jawaban yang tegas mengenai sikap yang harus diambil ketika kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakyat; atau para aparat pemerintah tidak disukai rakyat karena pelanggaran yang mereka lakukan. Dalam kondisi seperti ini, secara garis besar Nabi berpesan agar rakyat tidak memberontak dan mengangkat senjata selama pemerintah masih mau menegakkan shalat lima waktu bersama umat Islam. 

Adapun secara lebih rinci dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda buku ini mengulas secara lengkap; apa dan bagaimana sikap yang benar dan syar’i dalam menghadapi hal itu sesuai petunjuk Al-Qur’an, As-Sunnah serta pemahaman para salafus shalih. Buku ini juga mengulas cara terbentuknya kepemimpinan yang sah yang diakui oleh syari’at Islam. Buku ini terdiri dari tiga bab utama: Pertama, dalil tentang kewajiban menaati pemimpin muslim dan haramnya memberontak. Kedua, sepuluh ketentuan syari’at mengenai kepemimpinan. Ketiga, sikap muslim terhadap pemimpinnya menurut hukum syari’at. Kemudian bahasan ini terbagi menjadi dua; sikap pemimpin yang berkaitan dengan perbuatannya sendiri dan kebijakan pemimpin yang berkaitan dengan rakyatnya. 

Salah satu dalil yang menjelaskan hal ini ialah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Wajib atas seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) pada apa-apa yang ia cintai atau ia benci kecuali jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan. Jika ia disuruh untuk berbuat kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan tidak boleh taat.”

Judul Buku : Bagaimana Ulama Salaf Menyikapi Penguasa
Penulis : Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili
Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 100 halaman, ukuran buku 14 x 20 cm, berat buku packing +/- 300 gram